RABU 9 NOVEMBER 2016

LAMPUNG---Potensi usaha penggemukan sapi (feedloter) di wilayah Provinsi Lampung membuat para pengusaha penggemukan sapi di Lampung terus melakukan pengembangan usaha jenis sapi pedaging yang menjadi sumber pasokan daging sapi bagi masyarakat. Salah satu perusahaan penggemukan sapi di Lampung Selatan PT Ranso Welvarindo berada di Desa Tanjungsari Kecamatan Palas Kabupaten Lampung Selatan melakukan proses penggemukan sapi tahap awal  500 ekor sapi brahman dari kapasitas feedloter yang mencapai 1000 ekor.

Suasana gathering pengusaha feedloter di Palas.
Potensi yang bagus tersebut membuat beberapa pengusaha feedloter melakukan pertemuan bersama (gathering) di perusahaan feedloter yang ada di Palas tersebut. Puluhan pengusaha feedloter dari sekitar 12 feedloter yang ada di Provinsi Lampung bahkan melakukan pertemuan bersama Kepala Dinas Peternakan Lampung Desy Romas,Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Lampung Selatan Cecep Khaerudin serta beberapa stakeholder yang terkait dengan sektor usaha peternakan diantaranya Balai Karantina Pertanian Kelas I Bandarlampung yang diwakili oleh Drh.Puji dari seksi karantina hewan.

"Kegiatan pertemuan para pengusaha penggemukan sapi di Lampung ini merupakan upaya untuk saling berbagi ilmu dan juga membahas berbagai persoalan dalam bidang usaha penggemukan sapi diantaranya soal distribusi dan kebijakan baru pemerintah dalam upaya impor bakalan sapi," terang Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Lampung Selatan, Cecep Khaerudin saat dikonfirmasi Cendana News di feedloter PT Ranso Welvarindo,Rabu (9/11/2016)

Menurut Cecep Kgaerudin,pertemuan para feedloter juga merupakan kegiatan penting bagi upaya swasembada daging di Lampung Selatan yang saat ini di menjadi urutan ketiga di Provinsi Lampung dan urutan pertama di Provinsi Lampung setelah Kabupaten Lampung Tengah dan Kabupaten Lampung Timur.

Ia mengaku pertemuan para feedloter tersebut memiliki peran strategis dalam upaya swasembada daging. Selain itu pembahasan terkait kebijakan Kementerian Pertanian yang mewajibkan para pengusaha penggemukan sapi untuk menyediakan sekitar 20 persen bakalan atau indukan sapi. Selain itu bahasan terkait penerimaan negara bukan pajak (PNBP) yang lebih tinggi diterapkan oleh Kementerian Pertanian melalui Balai Karantina Pertanian.

Lokasi PT Renso Welvarindo yang memiliki luas 13 hektar tersebut juga memiliki instalasi karantina hewan. Instalasi karantina hewan (IKH) di perusahaan tersebut dengan No:1910/KPTS/KR.130/L/12/2015 Desa Tanjungsari Kecamatan Palas Kabupaten Lampung Selatan juga saat ini belum melakukan proses penjualan.

Di antara feedloter yang tergabung dalam forum feefloter di Lamoung ungkapnya rata rata memiliki kapasitas minimal 1000 ekor sapi jenis brahman bahkan sebagian memiliki kapasitas di atas 5000 ekor. Forum feedloter Lampung yang diikuti oleh beberapa feedfloter  yang berasal dari semua kabupaten di provinsi Lampung.

Ketua Forum Feedloter Lampung Didik Purwanto mengungkapkan sapi bakalan yang sebagian besar merupakan sapi impor selanjutnya digemukkan oleh para pemilik feedloter. Feedloter di Lampung cukup efesien lantaran banyak pakan untuk proses penggemukan yang tersedia melimpah dan murah di Indonesia.

Sumber pakan yang murah dan tersedia tersebut diantaranya hijauan,bungkil sawit,jerami padi, rumput gajahan,sorgum yang sangat bagus untuk penggemukan. Dari limbah tersebut sapi yang beratnya 300 kg bisa menjadi 420 kg hanya dalam waktu tiga bulan.

Saat ini pangsa pasar sapi hasil peternakan dari Lampung menurut Didik banyak diminta dari wilayah Jakarta dan Jawa Barat. Potensi penggemukan sapi di Lampung masih sangat tinggi karena jalur distribusi yang dekat dengan wilayah Jakarta dan sekitarnya melalui jalur laut Pelabuhan Bakauheni menuju Merak.

Jurnalis: Henk Widi/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Henk Widi
Bagikan:

Irvan Sjafari

Berikan Komentar: