RABU 16 NOVEMBER 2016

BANDUNG---Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Barat mengklaim aksi politik uang bisa saja terjadi pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak di tiga kabupaten/kota Jabar 2017 mendatang. Tiga daerah itu, yakni Kota Cimahi, Kota Tasikmalaya dan Kabupaten Bekasi.

Koordinator Divisi Hukum dan Penindakan Pelanggaran Bawaslu,Yusuf Kurnia.


Koordinator Divisi Hukum dan Penindakan Pelanggaran Bawaslu, Yusuf Kurnia menyampaikan potensi praktik politik uang di tiga kota/kabupaten tersebut merata.

Sesuai pengalaman, pada Pilkada 2015 lalu, politik uang sering kali terjadi dengan berbagai macam modus operandinya.

"Kita di Pilkada tahun 2017 ini menempatkan kewaspadaan untuk politik uang itu sama, di tiga kabupaten/kota ini," ujar Yusuf.

Disampaikan, berdasarkan Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) salah satu suburnya politik uang berpotensi terjadi di kantong-kantong kemiskinan. Sementara di daerah urban aksi politik uang cenderung lebih rendah.

"Tapi kembali bahwa kita tetap meningkatkan kewaspadaan yang sama soal politik uang ini karena bentuknya beraneka ragam. Bisa jadi pendekatan politik uang di luar kantong-kantong kemiskinan bentuknya berbeda, misalnya di tempat tempat tertentu ada voucher atau pulsa (ponsel)," paparnya.

Hanya saja pada Pilkada 2017 Bawaslu provinsi memiliki kewenangan mengugurkan pasangan calon andaikata terbukti main curang. Ia berharap praktik politik uang tidak ditemukan di Pilkada 2017 nanti.

Adapun proses hukum terhadap pelanggaran tersebut akan mengacu pada Pasal 73 UU Nomor 10 Tahun 2016, Pasal 187 UU Nomor 10 Tahun 2016, serta Pasal 135 UU Nomor 10 Tahun 2016.

Sejauh ini pihaknya sudah melakukan pencegahan agar tak terjadi praktik politik uang. Salah satu caranya dengan mensosialisasikan kepada aktor-aktor potensial mulai dari kalangan kepala desa, PNS, dan organisasi masyarakat.

"Upaya pencegahan telah kami lakukan, tapi kalau masih terjadi, kami tentu memiliki kewenangan untuk memproses atau mendiskualifikasi pihak pelanggar sesuai regulasi baru," pungkasnya.

Jurnalis: Rianto Nundiansyah/Editor: Irvan Sjafari/Foto; Rianto Nudiansyah
Bagikan:

Irvan Sjafari

Berikan Komentar: