RABU, 2 NOVEMBER 2016

SURABAYA --- Pengurus Pusat Ikatan Alumni  (PP IKA) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), kemarin, Selasa (1/11/2016) mendelegasikan beberapa anggotanya untuk bertemu orang nomor satu di Indonesia, Joko Widodo atau yang akrab disapa Jokowi di Istana Merdeka Jakarta. Rombongan delegasi dari PP IKA ITS ini, dipimpin langsung oleh Ketua PP IKA ITS, Dwi Soetjipto.


Delegasi PP IKA ITS menemui Presiden guna menyampaikan masukan terkait 'Indonesia Poros Maritim Dunia: Membangun Indonesia Menjadi Negara Maritim yang Mandiri, Maju dan Kuat.'

"UUD 1945 telah menegaskan Indonesia sebagai negara kepulauan, demikian juga penegasan oleh Deklarasi Juanda. Dengan luas wilayah laut kita mencapai 70 persen, strategi negara maritim perlu diperkuat dan diimplementasikan dengan baik," ujar Dwi Soetjipto berdasarkan keterangan tertulis dari bagian Humas ITS.

Maka dari itu, Dwi Soetjipto yang juga menjabat sebagai Dirut Pertamina ini menambahkan, ekonomi berbasis maritim harus diperkuat dan dikembangkan. Industri maritim sangat potensial mendongkrak pertumbuhan ekonomi dan mempercepat pemerataan pembangunan. Di antaranya adalah industri perkapalan, perikanan, transportasi laut, wisata bahari, migas laut dalam dan yang prospek jangka menengah dan panjang adalah energi laut jenis arus, gelombang dan panas laut.

Sementara itu, Prof. Dr. Mukhtasor, Wakil Ketua IKA ITS, menegaskan bahwa IKA ITS juga menyampaikan beberapa hasil kajian ITS, salah satu mengenai potensi ekonomi kelautan yang perlu dikembangkan lebih kreatif dan inovatif. "Pusat-pusat pertumbuhan ekonomi harus dibangun. Salah satu yang sangat prospek adalah perlunya Indonesia mempersiapkan industri nasional di bidang energi laut untuk mewujudkan kemampuan industri yang kuat dalam bidang rantai pasok energi arus, gelombang dan panas laut," tegas pakar energi ITS ini.

Dia menambahkan, menurut kajian alumni PP IKA ITS, potensi praktis energi laut mencapai 60.000 MW dan ini menjadi sumber kekuatan ekonomi yang besar pada lima tahun ke depan ketika industri dalam negeri telah disiapkan. "Energi laut adalah solusi jangka menengah dan panjang, maka Pemerintah harus hadir dalam penyiapan dan penguatan industri energi laut ini," katanya. 

Jurnalis : Nanang Wp / Editor : Rayvan Lesilolo / Foto : Nanang Wp
Bagikan:

Rayvan Lesilolo

Berikan Komentar: