SENIN 14 NOVEMBER 2016

JAKARTA---Anggota Komisi III DPR RI Arsul Sani menduga langkah PPP Djan Faridz mengevaluasi dukungan terhadap calon Gubernur DKI Basuki Tjahja Poernama (Ahok) karena pemerintah tidak mengabulkan permintaan pengakuan SKK DPP.

Asrul Sani.
Sebab, menurutnya, Kalau mereka akan mengevaluasi, hakekatnya mereka sadar akan kekeliruan keputusan yang sebelumnya diambil. Apalagi setelah mengetahui ada 'barter' yang mereka harapkan dari dukungan tersebut ternyata tidak bisa mereka peroleh.

"Dukungan itu, yakni berubahnya pengakuan pemerintah dengan menerbitkan SK untuk kepengurusan DF (Djan Faridz)," sebut Arsul saat dihubungi di Senayan, Jakarta, Senin (14/11/2016).

Menurut Arsul alih-alih dipertimbangkan oleh pemerintah. Presiden Jokowi justru datang ke acara Munas Alim Ulama yang diselenggarakan oleh kepengurusan PPP (Romahurmuziy) hasil Muktamar Pondok Gede. Kehadiran presiden juga didampingi oleh menteri dalam negeri.

Arsul menambahkan, jika langkah PPP Djan pada akhirnya mendukung pasangan Agus Harimurty Yudhoyono (AHY), Arsul menilai tidak akan terpengaruh atas dukungan tersebut.

"Buat PPP sih tidak banyak pengaruhnya karena struktur dan akar rumput PPP sudah kompak mendukung Agus-Sylvia. Telat dan tanpa dukungan akar rumput," tutupnya

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal DPP PPP kubu Djan Farid, Achmad Dimyati Natakusumah mengatakan, pihaknya akan mengevaluasi dukungan terhadap calon Gubernur DKI Basuki Tjahja Poernama (Ahok).

Dimyati menjelaskan, pihaknya melakukan evaluasi dukungan terhadap Ahok dengan alasan kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan Ahok.

Jurnalis: Adista Pattisahusiwa/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Adista Pattisahusiwa
Bagikan:

Irvan Sjafari

Berikan Komentar: