SELASA 22 NOVEMBER 2016

MATARAM--- Harga cabai di sejumlah pasar tradisional Nusa Tenggara Barat dalam beberapa minggu terahir mengalami kenaikan hingga Rp55 ribu perkilo. Sementara di tingkat petani harga pembelian berada di kisaran Rp35 sampai Rp40 ribu perkilo.



Kepala Dinas Pertanian Nusa Tenggara Barat (NTB), Husnul Fauzi mengatakan, terjadinya kenikan harga cabai, selain karena pengaruh musim hujan, di mana pasokan cabai sedikit, karena banyak yang rusak akibat hujan, juga karena psikologi pasar.

"Biasa kalau jelang musim hujan seperti sekarang pasokan cabai segar dari petani mengalami pengurangan, karena banyak rusak akibat hujan, di samping juga bagian dari psikologi pasar," kata Fauzi di Mataram, Selasa (22/11/2016).

Ia mengatakan, kalau psikologi pasar, petani maupun pedagang cabai, biasanya penetapan harga biasa dilakukan berdasarkan patokan harga luar, termasuk juga ada perayaan hari besar keagamaan.

Apakah lonjakan harga cabai tersebut tidak akan menyebabkan banyaknya cabai luar masuk NTB dengan harga murah?, Fauzi menjelaskan hal tersebut tidak menutup kemungkinan terjadi, kalau pasokan dan harga cabai lokal masih mahal.

"Meski harga cabai di sejumlah pasar tradisional NTB sekarang mahal, tapi kita optimis, harga tersebut tidak akan berlangsung lama dan normal seperti sediakala, dimana perkilonya antara 15 sampai 20 ribu" katanya.

Jurnalis: Turmuzi/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Turmuzi
Bagikan:

Irvan Sjafari

Berikan Komentar: