SELASA, 8 NOVEMBER 2016

SOLO --- Perkumpulan Lembaga Dakwah dan Pendidikan Islam Indonesia (PULDAPII) kembali menggelar pertemuan bersama pimpinan pondok pesantren di Indonesia. Kali ini, pertemuan yang digelar di Syariah Hotel Solo, tengah menyiapkan 500 santri yang akan menjadi taruna PULDAPII yang mengikuti program Bela Negara.


“PULDAPII berdiri untuk meningkatkan dakwah dan pendidikan serta media islam. Pertemuan demi pertemuan terus kita gelar untuk menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan ilmu agama yang kuat, serta mempunyai wawasan yang luas,” ucap Ketua Dewan Pembida PULDAPII, Ustad Yusuf Utsman Baisa kepada awak media di Solo, Selasa (8/11/2016).

Dikatakan, pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan agama Islam juga dituntut mempunyai standar yang jelas. Hal tersebut digunakan untuk mendidik generasi bangsa yang dapat diandalkan untuk kemaslahatan umat. 

“Jadi ke depan harapannya, pondok pesantren dapat menghasilkan penghafal Al Quran, hafal Hadis dan benar-benar menguasi iIslam dari sumbernya,” terangnya.

PULKDAPII memiliki 100 anggota yang berasal dari pondok pesantren dan yayasan dakwa  serta memiliki mitra dari berbagai Ormas Islam. Setiap anggota, kata Utsman, berhak mengirim  satu regu, yang masing-masing regu terdiri dari 10 orang.

“Harapannya nanti ada 500 santri dari PULDAPII yang akan menjadi taruna kami, akan melaksanakan program Bela Negara. Disamping bela pesantrennya, bela PULDAPII, santri juga bela Bangsa dan Negara,” tekannya.

Menurut Yusuf, PULDAPII fokus dalam dua hal, yakni bidang pendidikan dan dakwah. PULDAPII juga mempunyai peran dan tanggung jawab untuk membantu menyelesaikan berbagai masalah social yang ada di Indonesia. "Kami ingin duduk bersama menyelesaikan masalah dengan hikmah dan ilmu,” tandasnya.


Dalam pertemuan ini, PULDAPII juga menghadirkan sejumlah tokoh nasional untuk memberikan wawasan kebangsaan maupun pendalaman ilmu agama. Seperti untuk materi Bela Negara akan dihadirkan Patrialis Akbar dari Mahkamah Konstitusi (MK), untuk strategi dakwah akan dihadirkan dari MUI Pusat, Zunahar ILyas serta mantan Ketua Dewan Dakwah Islam Indonesia, Syuhada Bahri, dan lain sebagainya.

“Kami juga membahas berbagai fokus kajian lainnya, seperti ekonomi dan jurnalis. Harapannya, agar para pesantren memiliki wawasan yang luas, punya kepedulian akan situasi nasional dan mengerti bagaimana berinteraksi dengan pemerintah dan masyarakat,” pungkasnya.
Jurnalis : Harun Alrosid / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : Harun Alrosid
Bagikan:

Cendana News

Berikan Komentar: