JUMAT, 25 NOVEMBER 2016
LAMPUNG---73 peserta dari 29 perguruan tinggi negeri dan swasta di 31 provinsi yang ada di Indonesia mengikuti kegiatan Kontes Robot Terbang Indonesia (KRTI) yang berlangsung sejak (24/11) hingga (27/11) mendatang. Pelaksanaan kontes robot terbang tersebut dilakukan di Kota Baru Lampung Selatan yang merupakan lokasi yang akan dijadikan kompleks pemerintahan atau ibu kota Provinsi Lampung yang sedang dalam tahap pembenahan. Melalui Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belnawa) Kemenristekdikti, Didin Wahidin, disebutkan, kegiatan tersebut merupakan upaya pengembangan mahasiswa dalam penggunaan teknologi untuk mencetak sumber daya manusia yang mumpuni di bidang pendidikan, kelilmuan, teknologi, serta karakter.

Persiapan pesawat tanpa awak yang akan diterbangkan.
Didin Wahidin berharap, ajang tersebut bisa digunakan para mahasiswa dalam pengembangan teknologi sehingga bisa bersaing dengan bangsa lain. Selain itu, setelah ajang kompetisi tersebut, robot terbang yang diperlombakan bisa digunakan dalam kehidupan masyarakat. Ia mencontohkan penggunaan robot terbang yang sudah banyak digunakan negara-negara maju untuk berbagai keperluan.

Sementara itu, berdasarkan keterangan panitia KRTI 2016 Universitas Lampung, beberapa kategori yang dilombakan di antaranya divisi fixed wing berupa mapping and monitoring, divisi technology development berupa uav technology  development, divisi racing plane berupa high speed cruising dan divisi vertical take off landing berupa autonomous aerial fire extinguisher.

Persiapan peserta robot terbang.
"Semua peserta akan melakukan kompetisi di area Kota Baru Jati Agung dengan menampilkan karya-karya terbaiknya dari masing masing universitas dan pengunjung atau penonton juga bisa berpartisipasi dalam bentuk yang lain," ungkap Andi, salah satu panitia KRTI 2016 dalam keterangannya kepada Cendana News, Jumat (25/11/2016).

Selain peserta yang akan unjuk kebolehan dalam kontes robot terbang tersebut penonton juga diberi kesempatan untuk mengikuti lomba foto dengan hadiah uang sebesar Rp 200 ribu untuk 3 foto terbaik. Salah satu pengunjung, Ion (24), seorang mahasiswa dari Universitas Lampung mengaku senang bisa melihat dari dekat ajang robot terbang tersebut sebab ia bisa melihat dari dekat aktivitas para peserta sekaligus melihat kecanggihan karya para mahasiswa dari seluruh Indonesia dalam menerbangkan robot terbang.

Persiapan robot terbang sebelum dilakukan penerbangan.
KRTI 2016 merupakan lanjutan dari proses sebelumnya, berupa seleksi tahap pertama yang diikuti oleh berbagai perguruan tinggi. Selain itu, ajang KRTI tersebut sebelumnya pernah diselenggarakan di beberapa tempat semenjak awal dibentuknya kegiatan kontes robot terbang di Indonesia tersebut.

Berdasarkan keterangan pihak penyelenggara, pesawat tanpa awak Unmanned Aerial Vehicle (UAV) atau Unmmanned Aircraft System (UAS) adalah wahana terbang nirawak yang dalam satu dasawarsa terakhir ini berkembang kian pesat di ranah riset unmanned system (sistem nirawak) di dunia. Bukan hanya mereka yang di ranah departemen pertahanan atau badan badan riset termasuk perguruan tinggi yang meneliti, mengkaji dan mengembangkan, tapi dunia industri dan bidang sipil pun mulai banyak memanfaatkan teknologi UAV dan UAS dalam mendukung keseharian mereka.

Salah satu peserta melakukan persiapan uji terbang.
Aplikasi UAS dan UAV selama ini digunakan dalam pemantauan (monitoring) dan pemetaan (mapping). Dengan pemantauan dan pemetaan secara real time kawasan-kawasan kritis seperti daerah konflik penguasaan tambang, maritim, perbatasan antarnegara, dan objek lain yang memerlukan pemanfaatan sistem nirawak. Semula kontes UAV/UAS sudah ada sejak tahun 2008 yang dilakukan Institut Teknologi Bandung (ITB) sejak tahun 2008 hingga 2011 dengan nama kontes IIARC (Indonesian Indoor Robot Contest), pada tahun 2012 IIARC berubah menjadi Indonesian Aerial Robot Contest (IARC) yang dilaksanakan out door atau Kontes Robot Terbang Indonesia (KRTI) yang dilaksanakan di Jatinangor pada tahun 2013.

Aktivitas pemantauan melalui robot terbang yang terarah.
Selanjutnya, KRTI dilakukan pada tahun 2014 di Politeknik Negeri Surabaya (PNS) sebagai penyelenggara yang berlokasi di Raci Pasuruan. Pada tahun 2015 Universitas Gadjah Mada (UGM) mendapat mandat sebagai tuan rumah untuk penyelenggaraan KRTI 2015 yang berlokasi di Lanud Gading Wonosari.
Mulai tahun 2016 kegiatan Kontes Robot Terbang Indonesia berada di bawah program kegiatan Direktorat Jenderal Pemberdayaan Kemahasiswaan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Ditjen Belmawa Kemenristekdikti). Sebagai tuan rumah kegiatan KRTI 2016 adalah Universitas Lampung dengan lokasi penyelenggaran di Kota Baru Kecamatan Jati Agung Lampung Selatan.

Melalui KRTI diharapkan generasi muda Indonesia didukung untuk berjuang dan berkarya nyata dalam dunia sistem nirawak di udara maupun di angkasa lepas di masa mendatang.

Jurnalis: Henk Widi / Editor: Satmoko / Foto: Henk Widi










Bagikan:

Satmoko Budi Santoso

Berikan Komentar: