SELASA, 29 NOVEMBER 2016
LAMPUNG---Puluhan personil gabungan dari personil Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Bakauheni, Seaport Interdiction, Yonif 143/TWEJ sebanyak satu regu, Koramil dan Kodim 0421/LS sebanyak satu regu siaga di pintu masuk Pelabuhan Bakauheni sekaligus pintu keluar Pulau Sumatera. Penyekatan dan pemeriksaan dilakukan oleh personil gabungan berkaitan dengan rencana aksi damai di Jakarta untuk mengawal kasus dugaan penistaan agama oleh mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Personil gabungan siaga di Pelabuhan Bakauheni mengamankan aksi damai 2 Desember 2016.
Puluhan personil tersebut khususnya dari Yonif 143/TWEJ bahkan telah disiagakan sejak tanggal (25/11) untuk penguatan personil yang bersiaga di pintu masuk Pelabuhan Bakauheni.  Personil dari Yonif/TWEJ yang bertugas selama sepekan bertugas dalam beberapa shift untuk membantu tugas kepolisian yang berjaga di pintu masuk Pelabuhan Bakauheni. Juga memperkuat pengamanan pergerakan orang dan barang melalui pintu masuk Pelabuhan Bakauheni secara khusus jelang rencana aksi damai 2 Desember di Jakarta.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Cendana News beberapa elemen masyarakat dan organisasi massa yang berasal dari beberapa wilayah di antaranya wilayah Lampung sebanyak 7 kendaraan direncanakan akan menuju Jakarta. Masyarakat yang akan melakukan aksi tersebut direncanakan berangkat dengan titik kumpul Museum Lampung dan menuju ke Pelabuhan Bakauheni. Antisipasi dilakukan oleh personil gabungan dengan melakukan pemeriksaan terhadap setiap kendaraan yang melintas di pintu masuk Pelabuhan Bakauheni.

Sejumlah penumpang di dalam bus yang mendapatkan pemeriksaan dari aparat.
Saat pemeriksaan di pintu masuk Pelabuhan Bakauheni sebuah bus Giri Indah bernomor polisi B 7284 XA terlihat membawa sejumlah jamaah asal Kota Gajah Lampung Tengah yang mengaku akan melakukan kegiatan pengajian di Cikampek. Pengerahan massa tersebut tetap mendapat pemeriksaan untuk mengantisipasi hal-hal tak diinginkan.

"Kita membantu tugas polisi dalam upaya pengamanan di pintu masuk Pelabuhan Bakauheni terutama berkaitan dengan rencana aksi damai pada tanggal 2 Desember mendatang," terang Prada A.Prayoga,  salah satu personil dari Yonif 143/TWEJ yang diperbantukan di pintu masuk Pelabuhan Bakauheni, Selasa (29/10/2016).

Selain puluhan personil gabungan satu ekor anjing pelacak dari unit K-9 Polres Lampung Selatan juga disiagakan untuk memeriksa setiap kendaraan yang melintas. Pemeriksaan mendetail dilakukan guna memeriksa barang bawaan penumpang yang dicurigai membawa barang terlarang seperti senjata tajam,         senjata api atau barang-barang berbahaya.

Terkait pelarangan perusahaan bus untuk membawa rombongan masyarakat yang akan menuju Jakarta juga telah diketahui oleh beberapa perusahaan otobus (PO) di Lampung. Salah satu pengurus PO jurusan Rajabasa-Bakauheni, Sopian, mengaku bus-bus yang diurusnya hingga saat ini belum dipesan untuk rencana aksi pada tanggal 2 Desember mendatang.

Selain pengamanan di pintu masuk Pelabuhan Bakauheni sejumlah titik penting telah dilakukan pengamanan oleh personil Polres Lampung Selatan di antaranya di titik perempatan Tegineneng Kabupaten Pesawaran, Kotadalam Sidomulyo, perempatan Palas, pertigaan Bakauheni dan sejumlah titik dengan sekitar 60 personil gabungan Polsek.

Jurnalis: Henk Widi / Editor: Satmoko / Foto: Henk Widi
Bagikan:

Satmoko Budi Santoso

Berikan Komentar: