KAMIS 10 NOVEMBER 2016

PONTIANAK --- Permasalahan tenaga kerja Indonesia (TKI) di Malaysia hingga kini belum usai. Deportasi atau pemulangan terus menerus dilakukan negeri Jiran, Malaysia. Seperti terjadi hari ini, Kamis, 10 November 2016, pihak Imigresen Balai Bekenu Malaysia bersama Konsul Jenderal Republik Indonesia di Malaysia mendeportasi 45 TKI bermasalah melalui Pos Lintas Batas Entikong Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat.

Puluhan TKI bermasalah saat didata pihak kepolisian (Kredit Foto: Polda Kalbar).
"Rombongan TKI bermasalah ini tiba di  Entikong Kalimantan Barat dengan menggunakan satu unit bus Bintang Jaya dan satu unit mobil Van Imigresen, Malaysia," kata Suhadi Kamis, 10 November 2016.

Setelah tiba di Entikong, ia menjelaskan pihaknya melakukan pemeriksaan secara maraton terhadap TKI bermasalah.   Selain itu ia melakukan screning di Polsek Entikong bersama P4TKI Entikong. Hal itu dilakukan guna pengembangan kasus apakah ada unsur pidana utamanya human traficking person.

"Dari hasil screening, para TKI bermasalah ini ternyata gaji tidak sesuai, ditemukan beberapa permasalahan yang dihadapi di Malaysia, antara lain pekerjaan tidak sesuai yang dijanjikan. Tidak memegang paspor, tidak ada permit dan kondisinya memang lagi sakit," ujarnya menejelaskan.

Adapun TKI bermasalah yang dideportasi berasal dari Kalbar berjumlah 24 orang, NTT 4 orang, Sulawesi Selatan 6 orang, NTB 4 orang Jabar 1 orang, Jatim 2 orang, Jateng 1 orang, Lampung 2 dan DKI Jakarta  satu orang. "Total jumlah keseluruhan 48 orang  sebagai berikut, laki laki 42 orang, perempuan 3 orang, anak anak 3 orang anak anak," ucapnya.

Ia menambahkan, setelah dilakukan proses screaning ke 48 orang TKI bermasalah ini diberangkatkan ke  Kantor Departemen Sosial  Provinsi Kalbar dengan menggunakan bus KB 7110 A, dan mobil  KB 7505 LA. "Bus yang membawa TKI bermasalah berangkat meninggalkan  Pos Lintas Batas Negara terpadu di  Entikong Kabupaten Sanggau," ujarnya.

Jurnalis: Aceng Mukaram/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Aceng Mukaram
Bagikan:

Irvan Sjafari

Berikan Komentar: