SELASA 29 NOVEMBER 2016

LAMPUNG-Ratusan personil Polres Lampung Selatan dari berbagai Polsek dikerahkan di titik titik penting wilayah Kabupaten Pesawaran dan Kabupaten Lampung Selatan. Beberapa titik penting tersebut merupakan titik pertemuan antar wilayah di antaranya perempatan Tegineneng Kabupaten Pesawaran, perempatan Kota Dalam Sidomulyo, perempatan Palas dan perempatan Pasar Bakauheni.

Apel persiapan personil di pos pengamanan Palas, Selasa (29/11/2016).
Salah satu titik penting yang dijaga di antaranya perempatan Palas dalam upaya antisipasi aksi bela Islam jilid III yang direncanakan pada Jumat (2/12) mendatang di Jakarta. Menurut Kapolsek Penengahan AKP Mulyadi Yakub titik perempatan Palas merupakan titik penting pertemuan dari arah Kabupaten Lampung Timur dan juga dari wilayah Bandarlampung sehingga puluhan personil disiagakan untuk melakukan pengamanan terkait aksi 2 Desember oleh masyarakat yang hendak mengawal proses hukum dugaan penistaan agama dengan tersangka BAsuki Tjahaya Purnama atau Ahok.

AKP Mulyadi Yakub mengungkapkan selain melakukan tindak pengamanan, sebanyak 60 personil yang disiagakan dalam tiga shift tersebut akan melakukan tindakan pengamanan dengan memeriksa kendaraan kendaraan yang dicurigai membawa para pengunjuk rasa, masyarakat yang akan menyampaikan aspirasinya terkait proses hukum gubernur non aktif Basuki Tjahaya Purnama atau Ahok.  Langkah preventif yang akan dilakukan anggota diantaranya memeriksa penumpang dan kendaraan untuk mengantisipasi adanya penumpang yang akan menuju Jakarta dan akan ikut dalam kegiatan di silang Monas. Pos pengamanan dan personil yang disiagakan dipastikan mulai bertugas sejak siang ini, Selasa (29/11) hingga Jumat (2/11) mendatang.

"Sesuai surat perintah dari Kapolres untuk melakukan pengamanan di titik titik penting sebagai penanggungjawab Polsek Penengahan dan Polsek Palas disiagakan sebanyak 60 personil di titik perempatan Palas juga di titik titik lain,"ungkap Kapolsek Penengahan AKP Mulyadi Yakub mendampingi Kapolres Lampung Selatan AKBP Adi Ferdian Saputra seusai melakukan apel persiapan personil di pos pengamanan Palas, Selasa (29/11/2016).

Beberapa Polsek yang dilibatkan dengan mengerahkan sebanyak 60 personil tersebut menurut AKP Mulyadi Yakub diantaranya personil dari Polsek Penengahan, Polsek Candipuro, Polsek Palas, Polsek Kalianda, Polsek Sragi, Polsek Sidomulyo. Dalam setiap regu pengamanan akan dipimpin oleh seorang perwira pengendali yang akan melakukan tanggungjawab selama kegiatan pengamanan berlangsung. Pos pengamanan yang disiagakan di perempatan Palas juga selain disiapkan puluhan personil polisi dan polisi wanita (Polwan) juga disiagakan kendaraan mobil patroli, kendaraan ambulan untuk mengantisipasi kejadian tak diinginkan. Sementara itu kendaraan pengendali massa (dalmas) akan disiagakan di pintu masuk Pelabuhan Bakauheni.

"Antisipasi saja karena informasi terbaru aksi di Jakarta akan berlangsung damai dan kita berharap demikian namun tetap siaga dengan berbagai kemungkinan jangan sampai ada pihak ketiga yang ikut dalam rombongan warga yang akan ke Jakarta,"ungkap Mulyadi Yakub.

Selain melakukan pengamanan, personil yang disiagakan tersebut merupakan upaya Polres Lampung Selatan untuk memberi himbauan kepada masyarakat untuk tidak berangkat ke Jakarta ikut menyampaikan aspirasi di Jakarta. Selain itu bagi yang sudah berniat berangkat tetap akan dilakukan sweeping dan pemeriksaan di setiap kendaraan yang mengangkut massa yang akan menuju Jakarta. Personil polisi yang bertugas juga menyiapkan ratusan lembar kertas berisi maklumat Kapolda Lampung Brigjen Pol Sudjarno yang difotocopi dalam kertas berwarna kuning.

Maklumat Kapolda Lampung Brigjen Pol Sudjarno tersebut juga telah dipasang di sejumlah titik penting melalui banner banner berukuran besar. Selain di titik titik penting juga di sejumlah kantor Polsek telah dipasang maklumat Kapolda Lampung tentang penyampaian pendapat di muka umum yang terdiri dari beberapa poin dan butir diantaranya:

1. Sesuai Undang Undang RI nomor 9 tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di muka umum bahwa penyampaian pendapat di muka umum berupa unjuk rasa,rapat umum,pawai dan mimbar bebas yangd ilakukan secara lisan, tulisan dan bertanggungjawab adalah hak setiap warga negara.

2. Bahwa semua apirasi yang disampaikan pada saat unjuk rasa tanggal 4 November di Jakarta telah diakomodir yaitu melalui proses penegakan hukum terhadap dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh saudara Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok dengan ditetapkan sebagai tersangka dan dilakukan pencekalan bepergian ke luar negeri.

3. Bahwa unjuk rasa pada pada 4 November2016 di Jakarta telah terjadi pelanggaran hukum dan mengganggu keamanan dan ketertiban umum di ibukota Jakarta.

4. Dalam rangka menjaga dan melindungi serta mencegah masayarakat agar tidak terlibat dalam penyampaian pendapat di muka umum yang dapat menggangu keamanan dan ketertiban umum maka Kapolda Lampung mengeluarkan maklumat sebagai berikut:

a. Mengajak seluruh tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh politik dan tokoh pemuda serta seluruh komponen masyarakat lainnya untuk turut serta berperan aktif membantu dan menjaga kondisi Kamtibmas yang aman, damai dan kondusif di wilayah Lampung.

b. Masyarakat Lampung agar tidak terprovokasi dan terpengaruh terhadap berita/informasi yang tidak benar dan menyesatkan serta tidak dapat dipertanggungjawabkan.

c. Menghimbau kepada masyarakat Lampung untuk tidak berangkat ke dan terlibat dalam penyampaian pendapat di muka umum pada tanggal 25 November 2016 maupun pada tanggal 2 Desember 2016 di Jakarta.

d. Aspirasi masyarakat dapat disampaikan dengan cara menyampaikan pendapat di muka umum di wilayah Lampung dan dilarang mengganggu ketertiban umum, membawa senjata tajam, senjata api, dan benda benda berbahaya lainnya.

e. Apabila dalam penyampaian pendapat di muka umum terjadi pelanggaran hukum maka akan dilakukan penindakan sesuai ketentuan perundangundangan yang berlaku.

Demikian maklumat inis aya sampaikan agar dipatuhi dan dilaksanakan demi terwujudnya keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif di wilayah Lampung serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Jurnalis: Henk Widi/Editor: Irvan Sjafari/Foto; Henk Widi


Bagikan:

Irvan Sjafari

Berikan Komentar: