JUMAT  11 NOVEMBER 2016

BALIKPAPAN---Real Estate Indonesia (REI) Balikpapan meyakini pembangunan sejuta unit rumah murah yang dilakukan di berbagai daerah akan terealisasi. Saat ini banyak developer yang melakukan pembangunan perumahan murah. Balikpapan misalnya, tak hanya satu atau dua developer, namun sejumlah developer gencar membangun rumah murah.

Rumah Murah di Balikpapan.
Ketua Komisariat Real Estate Indonesia (REI) Edy Djuwaedi menjelaskan pertumbuhan rumah murah semakin tumbuh, seiring dengan permintaan masyarakat yang terus tumbuh. "Pembangunan mengikuti permintaan. Sekarang saja saya sendiri bangun 300 unit, belum lagi yang lain," bebernya Jumat, (11/11/2016).

Menurutnya, pembangunan rumah murah dalam jumlah yang banyak diperlukan tahapan salah satunya pembebasan lahan baru pembangunan bisa dimulai. "Pembangunan rumah murah akan terlihat pada tahun depan, karena tahun ini mulai pembangunan," kata Edy.

Terpisah, PT Cowell Development Tbk, selaku pengembang hunian Borneo Paradiso salah satu perumahan elit di Balikpapan mencatat penjualannya meningkat. Tercatat pada  Oktober 2016 saja penjualannya mencapai 35 unit.

Direktur Sales and Marketing PT Cowell Development Henry S Lango mengungkapkan grafik penjualan perumahan menengah ini terus naik sejak bulan Mei, dan terus meningkat hingga diluncurkan hunian baru Borneo Paradiso dengan cluster barunya.

"Cluster baru yang kami keluarkan yakni Greenwood Residence dan Tuscany. Tahap satu saja kami sudah sold out 100%. Tahap kedua juga sudah sold out 70%," ujarnya.

Ia menambahkan sejak berjalannya tax amnesty sangat mempengaruhi penjualan dan permintaan perumahan. Terlihat dengan grafik penjualan perumahan bertumbuh hingga kini. "Kami optimis 30% yang belum terjual akan habis pada November ini," seru Henry.

Sementara itu, Kepala Cabang BTN Balikpapan Dwihatmo Arisumasto mengatakan pencapaian realisasi segmen kredit konsumer hingga September 2016 mencapai Rp161 miliar, dengan target akhir tahun mencapai Rp257 miliar. "Dari pencapaian itu masih didominasi oleh rumah menengah, meski kondisi pasar rumah menengah secara umum di Balikpapan mengalami penurunan penjualan," tandasnya.

Meski turun, diakuinya realisasi konsumen tersebut didominasi segmen rumah menengah. Hal itu karena mayoritas yang dibiayai adalah rumah dengan kisaran Rp200 hingga Rp400 juta, bahkan lebih dari harga tersebut.

Jurnalis  : Ferry Cahyanti/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Ferry Cahyanti
Bagikan:

Irvan Sjafari

Berikan Komentar: