SELASA 29 NOVEMBER 2016

BALIKPAPAN --- Dinas Pendidikan Balikpapan Siap Ikuti intruksi ataupun kebijakan Kementerian Pendidikan terkait rencana Kementrian Pendidikan akan menghapus Ujian Nasional (UN).

Kepala Dinas Pendidikan Balikpapan Muhaimin.

Dihapuskan ataupun tidak, Disdik siap jalankan kebijakan Kemendikbud," ungkap Kepala Dinas Pendidikan Balikpapan Muhaimin.

Ia menilai apabila ujian nasional  dihilangkan atau dihapuskan maka  siswa pastinya tidak trauma karena harus dua kali. Lagipula dulu ujian memang jadi penentu kelulusan, namun tidak saat ini sehingga kalau dihilangkan pun tidak ada masalah.

"Intinya Disdik siap apapun kebijakan dari Kemendikbud. Apalagi jikalau UN dihapuskan anggaran akan lebih hemat karena hanya melaksanakan ujian lokal," tandasnya Selasa (29/11/2016).

Menurutnya, pelaksanaan UN menjadi indikator untuk mengukur integritas sekolah dalam pelaksanaan UN dan kemampuan anak dalam melaksanakan proses pendidikan. Namun, apabila UN dihapuskan siswa SMP dan SMA/SMK tidak perlu dua kali melaksanakan ujian.

"UN dihapuskan atau tidak Disdik siap ikuti kebijakan itu, dan Disdik menunggu saja," tambahnya.

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Balikpapan Ida Prahastuty menyayangkan kebijakan rencana penghapusan tersebut. Karena ujian Nasional menjadi indikator kelulusan dan mutu kualitas pendidikan.

"UN bisa menjadi motivasi anak dalam belajar. Tapi kalo un dihapuskan artinya tidak ada beban mental siswa dan tidak ada trauma," katanya.

Ida berpendapat sebelum kebijakan itu diterapkan dievaluasi terlebihdahulu agar dalam pelaksanaannya lebih baik.

Jurnalis: Ferry Cahyanti/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Ferry Cahyanti



Bagikan:

Irvan Sjafari

Berikan Komentar: