KAMIS, 3 NOVEMBER 2016

YOGYAKARTA --- Manajemen Rumah Makan Pring Sewu Cabang Gronggong, Cirebon, Jawa Barat, mengklarifikasi atas adanya pemberitaan dari sebuah media massa online yang menyebut kasus keracunan massal yang dialami puluhan siswa SMAN 1 Tangerang, beberapa waktu lalu, seolah terjadi pasca makan malam di RM Pring Sewu. Pemberitaan itu dirasa merugikan, sehingga manajemen RM Pring Sewu di Cirebon merasa perlu melakukan klarifikasi.


Keracunan massal yang dialami oleh siswa siswi peserta study tour dari Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Tangerang, Banten, Jawa Barat, terjadi pada Jumat 21 Oktober 2016, lalu. Peristiwa itu terjadi ketika para siswa tersebut tiba di kawasan Kabupaten Bantul, Yogyakarta.

Sebuah media massa online kemudian memberitakan, jika sebelum keracunan itu terjadi, kondisi para siswa sudah tidak baik pasca makan di RM Pring Sewu, Gronggong, Cirebon, Jawa Barat. Pemberitaan dari media lain yang serupa pun, kemudian sempat menjadi viral, antara lain melalui youtube.

Karena dianggap bisa merugikan nama baik, pihak Manajemen RM Pring Sewu Cabang Gronggong, Cirebon, Jawa Barat, menggelar konferensi pers di RM Pring Sewu di Jalan Magelang Kabupaten Sleman, Yogyakarta, Rabu (2/11/2016).

Manajer RM Pring Sewu, Gronggong, Cirebon, Jawa Barat, Joko Ismanto, dalam paparannya mengungkapkan, pemberitaan itu dirasa merugikan pihaknya, karena menyebut nama merk atau nama RM Pring Sewu terkait kasus keracunan massal itu tanpa konfirmasi terlebih dahulu.
Karenanya, melalui konferensi pers tersebut, Joko yang didampingi Manajer RM Pring Sewu Jalan Magelang, Kabupaten Sleman, Yogyakarta, Agung Kurniawan, meminta agar diberikan hak jawab guna meluruskan fakta yang sebenarnya.

Dijelaskan Joko, pasca kejadian keracunan itu Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bantul telah menghubungi Dinkes Cirebon, yang kemudian langsung melakukan inspeksi ke RM Pring Sewu Cirebon dan mengambil sampel makanan untuk diuji laboratorium.

"Kami memberikan sampel makanan yang sama dengan yang diberikan kepada para siswa yang keracunan itu, karena dalam prosedur operasional RM Pring Sewu, kami memang selalu menyimpan sebagian makanan yang telah dipesan selama 24 Jam di Bank Sampel, yang tujuannya memang untuk mengantisipasi hal-hal demikian", jelas Joko, sembari mengimbuhkan, hasil uji lab Dinkes Cirebon menyatakan, jika makanan itu memenuhi syarat laik sehat. 

Berdasar Surat Keterangan Laik Sehat yang dikeluarkan oleh Dinkes Cirebon itu, Joko meminta agar sekiranya pemberitaan yang membuat seolah-olah keracunan massal yang dialami oleh siswa siswi SMAN 1 Tangerang terjadi pasca makan di RM Pring Sewu, bisa diluruskan.

Jurnalis : Koko Triarko / Editor : Rayvan Lesilolo / Foto : Koko Triarko
Bagikan:

Rayvan Lesilolo

Berikan Komentar: