SELASA, 15 NOVEMBER 2016

JAKARTA --- Bertempat di Gedung III Kantor Badan Pusat Statistik (BPS) Pusat, Jalan Dr. Soetomo, Pasar Baru, Jakarta Pusat, BPS kembali merilis perkembangan nilai tukar eceran mata uang Rupiah sepanjang bulan Oktober 2016 terhadap empat mata uang asing yang paling banyak diperdagangkan di Indonesia, antara lain adalah mata uang Dolar Amerika (US Dolar), Yen Jepang (JPY), Dolar Australia (AUD) dan mata uang negara-negara Uni Eropa (Euro).


Perkembangan nilai tukar eceran mata uang Rupiah pada bulan September 2016 tercatat terdepresiasi (melemah) sebesar 0,44 persen terhadap mata uang Dolar Amerika (USD). Rata-rata level terendah secara nasional kurs tengah eceran Rupiah terhadap Dolar Amerika terjadi pada minggu ketiga bulan Oktobet 2016 yang mencapai Rp. 13.008,52 per 1 USD.

Sedangkan apabila dikategorikan menurut provinsi, level terendah kurs tengah terjadi di Provinsi Nusa Tenggara Tenggara Barat (NTB) yang mencapai Rp. 13.300 per 1 USD terjadi pada minggu pertama bulan Oktober 2016.

Sementara itu, perkembangan nilai tukar eceran Rupiah rupanya juga terdepresiasi (melemah) sebesar 0,48 persen terhadap Dolar Australia (AUD) pada bulan Juli 2016, Rata-rata level terendah secara nasional kurs tengah eceran Rupiah terhadap Dolar Australia terjadi pada minggu ketiga bulan Oktober 2016 yang mencapai Rp. 9.942,27 per 1 AUD.

Sedangkan apabila dikategorikan menurut provinsi, level terendah kurs tengah terjadi di Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) yang mencapai Rp. 10.045,50 per 1 AUD terjadi pada minggu ketiga bulan Oktober 2016.

Sementara itu perkembangan nilai tukar eceran Rupiah terapresiasi (menguat) sebesar 2,99 persen terhadap Yen Jepang (JPY) pada bulan Oktober 2016, Rata-rata level tertinggi secara nasional kurs tengah eceran Rupiah terhadap Yen Jepang terjadi pada minggu keempat bulan Oktober 2016 yang mencapai Rp. 124,32 per 1 JPY.

Sedangkan apabila dikategorikan menurut provinsi, level tertinggi kurs tengah terjadi di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang mencapai Rp. 117,50 per 1 JPY terjadi pada minggu keempat bulan Oktober 2016.

Sementara itu nilai tukar eceran Rupiah rupanya juga terapresiasi (menguat) terhadap mata uang negara-negara Uni Eropa (Euro) yaitu sebesar 2.40 persen, level tertinggi Rata-rata kurs tengah Rupiah terhadap  Euro terjadi pada minggu keempat bulan September 2016 yang mencapai Rp. 14.154,05 per 1 Euro.


Sedangkan apabila dikategorikan menurut provinsi, level tertinggi kurs tengah Rupiah terjadi di Provinsi Sumatera Barat yang mencapai Rp. 13.950,00 per 1 Euro terjadi pada minggu keempat bulan September 2016.

"Secara keseluruhan, perkembangan nilai tukar eceran mata uang Rupiah sepanjang bulan Oktober 2016 terhadap beberapa mata uang asing cenderung terdepresiasi (melemah), misalnya terhadap Dolar Amerika (USD) dan Dolar Australia (AUD), namun ternyata Rupiah cenderung terapresiasi (menguat) terhadap mata uang Yen Jepang (JPY) dan mata uang Negara Uni Eropa (Euro)" demikian dikatakan Suhariyanto, Kepala BPS Pusat, saat jumpa pers di kantornya, Selasa siang (15/11/2016).
Jurnalis : Eko Sulestyono / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : Eko Sulestyono
Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: