SENIN, 7 NOVEMBER 2016

JAYAPURA --- Salah gunakan anggaran Pilkada, bendahara dan sekertaris Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Sarmi diganti. Hal ini dungkapkan Ketua KPU Provinsi Papua, Adam Arisoy kepada Cendana News, Senin (7/11/2016).

Ketua KPU Papua, Adam Arisoy
Adam Arisoy menegaskan, KPU Sarmi bermasalah pada penggunaan anggaran yang tak sesuai tahapannya, dikatakan Adam, saat ini pihak penyelenggara pemilu ini masih memiliki dana sisa dari Rp 10 miliar yang telah dicairkan beberapa waktu lalu. Sebelumnya lanjutnya, 12 miliar rupiah telah direalisasi pemerintah daerah dari total anggaran 34 miliar untuk Pilkada Kabupaten Sarmi.

“Tapi teman-teman gunakan tak sesuai tahapan yang ada, sehingga kami panggil Inspektorat KPU RI untuk melakukan audit dan setelah lakukan audit, ternyata uang itu terpakai tak sesuai tahapannya,” ditegaskan Adam.

Langkah pertama yang pihaknya lakukan yakni memberhentikan bendahara dan sekertaris KPUD Sarmi digantikan oleh staf KPU Papua yang hingga kini tengah melaksanakan tugas-tugasnya di KPU tersebut.

“Bendahara sebelumnya pegawai pemerintah daerah yang diperbantukan ke KPU Sarmi, yang sekarang kami turunkan dari provinsi yaitu dua pegawai organiknya KPU Papua untuk melakukan tugas bendahara dan sekertaris di KPU tersebut,” katanya.

Ditambahkan Adam, saat ini tahapan Pilkada Serentak 2017 berada pada pemutakhiran data dan pleno penetapan Data Pemilih Sementara (DPS) telah ditetapkan KPU Kabupaten/Kota. 

"Data pemilih sementara itu sudah harus diumumkan ke publik, dan diturunkan ke kelurahan setempat untuk mengecek data tersebut, apakah warga telah terdata untuk memilih atau belum," tuturnya.

Setelah itu, lanjutnya setelah semua itu selesai pihaknya akan menerima data tersebut dan mengecek ulang data tersebut yang selanjutnya akan ditetapkan sebagai Daftar Pemilih Tetap (DPT). 

"Bulan desember baru diumumkan DPT-nya, saat ini hanya DPS, apakah naik atau turun,"ujarnya.

Sekedar diketahui, Pilkada Serentak 2017 mendatang yang diikuti sebelas kabupaten kota di provinsi Papua, menyerap anggaran Negara sebesar 610 miliar rupiah.
Jurnalis : Indrayadi T Hatta / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : Indrayadi T Hatta
Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: