RABU, 2 NOVEMBER 2016

YOGYAKARTA --- Mata adalah harta yang tak ternilai harganya. Karenanya, kesehatan mata sangat penting untuk dijaga. Sayangnya, begitu banyak kasus kebutaan masih terjadi di seluruh dunia. Setidaknya 285 Juta warga di dunia mengalami kebutaan, yang 80 Persen di antaranya sebenarnya bisa dihindari.


Demikian data dari badan internasional untuk pencegahan kebutaan, yang dipaparkan dalam keterangan pers Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI) Departemen Ilmu Kesehatan Mata Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada Yogyakarta, bersama lembaga swadaya non profit yang fokus pada kesehatan mata, Jogja Eye Help dan Rumah Sakit Happy Land Yogyakarta, Rabu (2/11/2016), dalam rangka menyambut Hari Kesehatan Nasional.

Staf Departemen Ilmu Kesehatan Mata Fakultas Kedokteran UGM dan RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta, Prof. dr Suhardjo, SU, Sp.M (K), mengatakan, dari sekian banyak kasus kebutaan yang terjadi, sebenarnya bisa dicegah jika penderita mendapatkan pelayanan kesehatan mata yang komprehensif. Sementara kunci kesehatan mata yang baik adalah deteksi dini dan periksa kesehatan mata secara teratur.

Namun demikian, lanjut Suhardjo, pada kenyataannya masih begitu banyak masyarakat seringkali tak menyadari jika anak atau bahkan dirinya sendiri mengalami gangguan kesehatan mata. Misalnya, dalam kasus mata minus atau miopia, yaitu kelainan refraksi yang menyebabkan fokus bayangan terletak di depan retina, sehingga dibutuhkan lensa negatif untuk memfokuskan bayangan tepat di retina.

Suhardjo mengatakan, dari setiap anak-anak usia Sekolah Dasar, setidaknya 5-10 Persen di antaranya mengalami miopia, dan 87 Persennya dari anak-anak yang mengalami gangguan kesehatan mata itu tak menyadari jika mengalami miopia.

Berdasar data dari Riset Kesehatan Dasar Kementerian Kesehatan RI tahun 2013 menunjukkan kelainan refraksi pada usia lebih dari 6 tahun sebanyak 9,2 Persen. Sedangkan data riset dari Departemen Ilmu Kesehatan Mata UGM tahun 2015 menunjukkan anak usia 6-13 tahun sebanyak 42,2 Persen mengalami kelainan refraksi dan 32,8 Persennya mengalami miopia.

Berdasar data dan kenyataan di masyarakat itu, dalam menyambut peringatan Hari Kesehatan Nasional yang akan datang, lanjut Suhardjo, Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia Departemen Ilmu Kesehatan Mata Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada Yogyakarta, bersama Jogja Eye Help dan Rumah Sakit Happy Land Yogyakarta, akan menggelar pemeriksaan mata dan pembagian kacamata gratis bagi anak-anak usia Sekolah Dasar dan operasi katarak gratis yang bisa diikuti oleh siapa pun.

Jurnalis : Koko Triarko / Editor : Rayvan Lesilolo / Foto : Koko Triarko
Bagikan:

Rayvan Lesilolo

Berikan Komentar: