SABTU, 26 NOVEMBER 2016
SOLO---Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak menggelar acara Rapat Koordinasi Satuan Tugas Penanganan Masalah Perempuan dan Anak (Rakornas Satgas PPA) 2016 di Solo, Jawa Tengah. Acara ini digelar selama dua hari (26-27/11/2016).

Rakornas Satgas PPA bertujuan untuk memperkuat koordinasi dan hubungan kerja antara pihak terkait.  Yakni Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (BPPPA), Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A), kepolisian dan  pihak lain yang konsen terhadap perempuan dan anak.

Menteri Yohana Yembise sedang memberikan sambutan dalam Rakornas Satgas PPA di Solo.
"Lemahnya koordinasi serta kurangnya komunikasi antara Satgas PPA dengan Badan PPA dan P2TP2A masih menjadi hambatan dalam pelaksanaan tugas dan fungsinya. Melalui Rakornas Satgas PPA ini diharapkan dapat terjalin koordinasi dan hubungan kerja yang baik antara ketiga elemen kesatuan tersebut dalam melaksanakan tugas dan fungsinya,” ujar Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise dalam sambutannya ketika membuka Rakornas Satgas PPA.

Satgas PPA diharapkan dapat melaporkan pelaksanaan tugas kepada P2TP2A untuk mengetahui sejauh mana pelaksanaan penjangkauan dan identifikasi yang dilakukan sekaligus melaporkan ke Kementerian PPPA. Satgas PPA juga diharapkan saling berkoordinasi melalui sarana prasarana yang ada dengan menyampaikan penanganan kasus-kasus.

Menteri Yohana Yembise secara simbolis memukul gong terkait penyelenggaraan Rakornas Satgas PPA. 
“Bekerja dengan baik sesuai aturan dan semangat kerjasama harus selalu dibina. Bekerja dengan hati nurani dalam melindungi perempuan dan anak yang mengalami permasalahan karena Satgas PPA adalah sukarelawan dan tidak semata-mata menjadikan materi sebagai prioritas," imbuh Menteri Yohana.

Tingginya tingkat permasalahan yang terjadi pada perempuan dan anak baik menyangkut pidana maupun perdata tidak hanya menjadi tanggungjawab Pemerintah. Peran masyarakat sangat penting mengingat masyarakat yang lebih dekat, melihat langsung dan lebih mengetahui permasalahan yang terjadi pada perempuan dan anak. Oleh karena itu Pemerintah melalui Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak menginisiasi pembentukan Satuan Tugas Perlindungan Perempuan dan Anak (Satgas PPA) sebagai sukarelawan yang membantu P2TP2A dalam memberikan layanan langsung kepada perempuan dan anak yang mengalami permasalahan.

Para hadirin yang menjadi sukarelawan Satgas PPA.
"Dengan pertemuan ini, Badan PP dan PA, P2TP2A, dan Satgas PPA adalah satu kesatuan tim. Jangan ada yang berjalan sendiri-sendiri, harus satu komando P2TP2A dalam melakukan penjangkauan dan identifikasi terhadap permasalahan perempuan dan anak," tutup Menteri Yohana.

Rakornas Satgas PPA  ini dihadiri 130 peserta, perwakilan dari Badan PPPA, P2TP2A dan Satgas PPA provinsi di seluruh Indonesia.

Jurnalis: Harun Alrosid / Editor: Satmoko / Foto: Harun Alrosid
Bagikan:

Satmoko Budi Santoso

Berikan Komentar: