SELASA, 1 NOVEMBER 2016

BALI --- Menindaklanjuti laporan warga sekitar tentang dibangunnya lagi gubuk-gubuk yang disinyalir menjadi tempat prostitusi di Jalan Himalaya Utara III, Desa Pemecutan Kaja Denpasar Utara, Satpol PP mengambil tindakan tegas dengan membongkar gubuk-gubuk liar tersebut. 


Beberapa waktu lalu Satpol PP Kota Denpasar membongkar bangunan-bangunan liar yang dibuat dari terpal serta berdinding triplek bekas yang dimanfaatkan untuk tempat prostitusi oleh oknum tidak bertanggungjawab. Hari ini, atas perintah langsung Walikota Denpasar IB. Rai Dharmawijaya Mantra Satpol PP langsung menindak tegas dan meratakannya dengan tanah.

Penertiban yang dilaksanakan tim gabungan yang terdiri dari Satpol PP Kota Denpasar, kepolisian serta aparat desa setempat langsung menyisir gubuk-gubuk kumuh dan tidak ditemukan salah seorang pun atau pemilik dari tempat tersebut. Hanya ditemukan gubuk-gubuk kosong yang terdapat kasur serta botol-botol miras bekas dan sebanyak dua jerigen tuak. 

Kasatpol PP Kota Denpasar, IB. Alit Wiradana yang ditemui di sela-sela pembokaran mengatakan, hal tersebut merupakan tindak lanjut laporan dari masyarakat yang diadukan kepada Satpol PP Kota Denpasar, dikarenakan banyaknya gubuk-gubuk kumuh yang disinyalir menjadi tempat prostitusi terselubung yang mengganggu warga serta tidak dilengkapi dengan surat-surat. 

“Setelah beberapa waktu lalu dibongkar dan pemilik masih membangkang untuk membangunnya, maka hari ini kami ratakan dengan tanah,” ujarnya.

Adanya Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2015 tentang Ketertiban Umum lebih lanjut Alit Wiradana mengatakan, secara fisik pembangunan sudah melanggar Perda serta tempat tersebut juga dijadikan tempat prostitusi. 

“Karena ini gubuk-gubuk kumuh yang menggangu warga, kami ambil langkah pembongkaran sesuai dengan peraturan daerah yang ada," kata Alit Wiradana.

Ia meminta perbekel (lurah) di masing-masing kecamatan serta masyarakat untuk bisa membantu di dalam mendata keberadan gubuk-gubuk kumuh yang ini agar ke depannya Kota Denpasar bersih dari pemungkiman kumuh dan jorok.

“Kami mengimbau kepada masyarakat agar ikut mengawasi apabila ada bangunan liar agar segera dilaporkan, sehingga bisa lebih cepat diantisipasi sehingga tidak membuat kekumuhan Kota Denpasar,” ujar Alit Wiradana.
Jurnalis : Bobby Andalan / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : Bobby Andalan
Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: