KAMIS 17 NOVEMBER 2016

BANDUNG---Angklung adalah alat musik tradisional bernada ganda yang berkembang di masyarakat Sunda, Jawa Barat. Rupanya, lagu daerah lainnya di nusantara ini pun cukup menarik jika dimainkan dengan alunan musik angklung.

Para pengunjung saung Udjo ikut memainkan angklung dalam Parade Angklung 16 November 2016.


Seperti yang ditampilkan puluhan anak di Saung Angklung Udjo, Jalan Padasuka, Kota Bandung, Rabu (16/11/2016). Mereka memainkan berbagai macam lagu daerah, diantaranya Bungo Jeumpa (Aceh), Sinanggar Tulo (Medan), Jali-jali (Betawi), Poco-poco (Menado) dan Angin Mamiri (Ujung Pandang.

Tak hanya itu, para pengunjung pun boleh ikut serta memainkan angklung dengan mengikuti isyarat dari seorang dirigen. Lagu All My Loving milik The Beatles pun menggema di Saung Udjo. 

Pimpinan Saung Angklung Udjo, Taufik Hidayat mengatakan pertunjukan ini adalah bagian dari rangkaian acara angklung pride 6 yang digelar 16 hingga 27 November mendatang. Gelaran tahunan ini dilaksanakan untuk memaknai telah disahkannya angklung oleh UNESCO sebagai Intangible Cultural Heritage of Humanity, pada 2010 lalu.

"Kita berinisiatif untuk turut serta membangun jati diri generasi muda melalui kebesaran filosofi dan kearifan lokal yang terkandung pada seni budaya, khususnya angklung," ujar Taufik, di lokasi.

Anak-anak sekolah memainkan anglung.

Acara ini digelar dengan tiga agenda utama, yaitu Saung Angklung Ujdo sebagai ruang publik dalam berkesenian, pemberdayaan masyarakat sekitar dan hibah angklung untuk sekolah. Acara juga akan diramaikan tokoh masyarakat, budayawan, sekolah-sekolah dan warga sekitar.

"Sejak dulu Saung Angklung Udjo didirikan dengan cita-cita tinggi, yaitu sebagai pelestari di bidang budaya dan lingkungan. Melalui Angklung Pride 6 ini kami ingin kembali memperkuat kontribusi dalam merespon isu-isu yang ada di masyarakat ini melalui kebesaran nilai filosofi dan kearifan lokal," bebernya.

Acara puncak, ia sampaikan, akan digelar di Kebon Awi (Kebun Bambu) Udjo, Jalan Cijaringao, Kota Bandung, 27 November mendatang. Nantinya akan menampilkan upacara helaran, bermain angklung keluarga besar bersama masyarakat, ketangkasan domba, pasar rakyat, dan dimeriahkan seniman asli Jabar, seperti Doel Sumbang.

"Jadi kembali ke Ujdo masa lalu, dimana bermain (angklung) di bawah pohon rindang sambil makan makanan di atas alas bambu. Juga lebih dekat ke alam," pungkasnya.

Jurnalis: Rianto Nudiansyah/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Rianto Nudiansyah
Bagikan:

Irvan Sjafari

Berikan Komentar: