SELASA 22 NOVEMBER 2016

JAKARTA---Bertempat di Gedung Ruang Pertemuan Utama (Rupatama) Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Blok M, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, saat ini sedang dilaksanakan agenda pemeriksaan yang dilakukan oleh pihak penyidik Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri terhadap Basuki Tjahaja Purnama atau yang akrab dipanggil Ahok dalam kasus perkara dugaan telah melakukan penistaan agama.

Kombes Pol. Rikwanto, Karopenmas Divisi Humas Mabes Polri.

Sebelumnya diberitakan bahwa Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok secara resmi telah dilaporkan beberapa organisasi massa (ormas)  Islam kepada pihak penyidik Bareskrim Mabes Polri karena diduga telah melakukan perbuatan penistaan agama dengan menyebut atau mengaitkan Al Qur'an Surah Al Maidah Ayat 51 sebagai dasar dalam penentuan pemilihan kepala daerah.

Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok belakangan sempat diketahui menyebut arti daripada pemahaman Al Qur'an Surah Al Maidah Ayat 51 pada saat dirinya sedang berpidato dihadapan puluhan warga masyarakat Pulau Pramuka di Kepulauan Seribu, Jakarta Utara, pada 27 September 2017. Saat itu Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok berbicara dalam kapasitasnya masih sebagai Gubernur aktif Provinsi DKI Jakarta.

Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok hingga saat ini masih tercatat sebagai Gubernur non aktif Provinsi Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta, Ahok diketahui akan kembali maju mencalonkan diri berpasangan dengan Djarot Saiful Hidayat dalam rangka berkompetisi pada pertarungan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Langsung Gubernur Provinsi DKI

Jakarta yang rencananya akan dilaksanakan pada tanggal 15 Februari 2017 mendatang.Sementara itu hingga saat ini tim penyidik dari Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri setidaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap 24 orang saksi-saksi yang mengetahui baik secara langsung maupun tidak langsung terkait dengan kasus perkara dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok saat dirinya masih menjabat sebagai Gubernur Provinsi DKI Jakarta.

"Hingga saat ini pihak penyidik Bareskrim Mabes Polri telah meminta keterangan dan memeriksa sebanyak 24 orang saksi terkait dengan kasus perkara dugaan penistaan agama yang melibatkan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, yang bersangkutan (Ahok) disangkakan melakukan pelanggaran pidana Pasal 156 A KUHP juncto Pasal 28 Ayat 2 Undang-Undang Nomor 11/2008 tentang Informasi dan Traksaksi Elektronik (ITE)" kata Kombes Pol. Rikwanto, Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Mabes Polri kepada wartawan di Jakarta, Selasa Siang (22/11/2016).

Jurnalis: Eko Sulestyono/Editor; Irvan Sjafari/Foto; Eko Sulestyono


Bagikan:

Irvan Sjafari

Berikan Komentar: