SELASA 9 NOVEMBER 2016

JAKARTA--Insiden kericuhan pada 'Aksi Bela Islam', 411 berbuntut panjang. Pada Selasa (7/11/2016) dini hari, Sekitar 30 personil Polda Metro Jaya berpakai preman menangkap Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (Sekjen PB HMI) Amijaya, di Kantor Pusat PB HMI, Jalan Sultan Agung No. 25A, Jakarta Selatan.

Anggota Komisi Hukum DPR RI Arsul Sani


Menangapi penangkapan tersebut, Anggota Komisi Hukum DPR RI Arsul Sani meminta Kapolri Jenderal Tito Karnavian agar segera memberikan penjelasan terkait penangkapan pimpinan HMI tersebut.  Terkait peristiwa itu, politisi ini  akan meminta penjelasan dari Kapolri.

"Semestinya, pihak kepolisian memanggil yang bersangkutan, bukan melakukan tangkap tangan," ujar Asrul ketika dihubungi di Senayan, Jakarta, Selasa Siang (8/11/2016).

Komisi III sendiri, kata arsul, Memang sedang membentuk tim pengawas untuk mengawal hukum. Namun, dirinya menyesalkan penangkapan aktivis HMI tersebut, mendadak tanpa ada surat pemanggilan oleh kepolisian terlebih dahulu.

"Kalau yang bersangkutan dipanggil itu tidak mau datang baru ada upaya paksa," imbuhnya.

Kendati demikian, Arsul belum memastikan apakah dalam penangani kasus dugaan penistaan agama oleh Ahok akan dibentuk Panja penegak hukum atau tidak. Komisi III DPR belum memutuskan untuk membentuk Penegak Hukum Panitia Kerja (Panja).

"Untuk kasus Ahok, kami sedang proses tahap pembentukan guna mengawal hukum seadil-adilnya," tuturnya.

Jurnalis: Adista Pattisahusiwa/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Adista Pattisahusiwa
Bagikan:

Irvan Sjafari

Berikan Komentar: