MINGGU, 20 NOVEMBER 2016

LAMPUNG---Sempat terpuruk dengan banyaknya tambak yang terbengkelai dan tak digunakan untuk budidaya, tempat pembibitan (hatchery) udang dan ikan bandeng yang tutup beberapa lama akhirnya mulai menggeliat lagi di wilayah Lampung Selatan. Prospek usaha perikanan air tawar dan air payau yang berada di wilayah Kecamatan Bakauheni bahkan mulai menunjukkan geliatnya baik dikelola perseorangan atau perusahaan intensif. Hal tersebut dikemukakan oleh Kepala Desa Bakauheni Sahroni yang mengungkapkan sektor usaha pertambakan di Bakauheni mulai menggeliat dengan mulai digarapnya beberapa usaha tambak tradisional di wilayah Dusun Pegantungan. Beberapa petambak bahkan melakukan aktivitas memperdalam area tambak dan sebagian menunggu bibit ikan bandeng dan udang ditebar.

Lanskap tambak ikan yang mempunyai prospek bagus untuk dikembangkan.
Sahroni mengungkapkan saat ini sebagian besar usaha pertambakan didominasi oleh perusahaan namun masih ada beberapa petambak rakyat yang melakukan budidaya ikan dan udang di wilayah tersebut. Ketersediaan pasokan air dari Selat Sunda yang disalurkan menggunakan saluran-saluran khusus dan mesin pompa sekaligus ketersediaan air bersih ikut mendukung pengembangan usaha pertambakan di wilayah tersebut menjadi berkembang meski sempat mengalami keterpurukan akibat kurangnya pasokan bibit dan juga kondisi cuaca.

"Sempat mengalami stagnasi namun kini mulai menggeliat lagi dan ini menjadi sektor unggulan di wilayah Bakauheni yang kaya akan wilayah pantai dengan sumber air laut yang bisa dimanfaatkan untuk usaha pertambakan,"ungkap Kepala Desa Bakauheni, Sahroni, Minggu (20/11/2016).

Lahan budidaya tambak ikan di Dusun Pegantungan Bakauheni yang menarik untuk digarap. 

Sektor pertambakan yang menggeliat tersebut diakui oleh salah satu petambak di Dusun Pegantungan, Joni (34) yang mulai menggarap lahan tambak miliknya. Ia mengakui, bangkitnya usaha pertambakan di wilayah itu didukung dengan bangkitnya beberapa usaha pembenihan benur udang dan bandeng. Ia bahkan mengakui sepengetahuannya ada sekitar 60 unit usaha pembenihan benur di pesisir Kecamatan Rajabasa tempatnya membeli benih udang dan bandeng. Setiap usaha pembenuran bahkan menghasilkan benur 1,5 juta ekor per bulan dengan harga benur PL13 sampai PL15 (usia 13 sampai 15 hari) Rp 12 per ekor saat ini dan menjadi usaha yang menguntungkan bagi masyarakat.

Ia mengakui selain mengusahakan sektor pertambakan warga juga menekuni usaha lain di antaranya berkebun pisang dan kelapa serta kopi cokelat. Usaha tersebut ikut menyokong perekonomian masyarakat yang tinggal di ujung selatan Pulau Sumatera tersebut. Selain mengembangkan sektor perikanan budidaya sebagian masyarakat juga menjadi nelayan untuk perikanan tangkap di wilayah perairan pesisir Bakauheni yang kaya akan ikan.

Area budidaya tambak ikan yang membutuhkan lahan cukup luas dan lapang.  
Meski sebagian dalam skala kecil namun kepala desa Bakauheni optimis dengan adanya peluang yang bagus tersebut akan ikut mendukung sektor perekonomian di wilayah tersebut, apalagi didukung dengan sektor lain yang ada di antaranya perkebunan dan wisata. Sahroni mengungkapkan dengan adanya usaha pertambakan rakyat, kolam ikan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat untuk menjadi konsumsi sendiri  (subsisten) dan bisa dijual di pasaran lokal. Selain itu, ia mengakui, kondisi infrastruktur jalan yang menuju ke Dusun Pegantungan ikut mendukung bagi tumbuhnya perekonomian di wilayah tersebut dengan rencana akan diperbaikinya jalan untuk akses masyarakat sehari-hari, akses distribusi, dan usaha lain.

"Potensi daerah rawa-rawa yang cukup luas sebagian sudah digarap untuk sektor pertambakan dan sebagian memang dipergunakan untuk usaha lain oleh masyarakat untuk meningkatkan perekonomian masyarakat,"ungkap Sahroni.

Wilayah Bakauheni juga berpotensi dalam hal lahan ikan tangkap sebagaimana ditunjukkan adanya pemancing di area ikan tangkap setempat.
Selain sektor pertambakan tersebut, potensi ikan tangkap yang ada di wilayah Bakauheni diakui oleh Sahroni didukung dengan lokasi tempat tangkap ikan yang ada di Tanjung Tua. Lokasi tersebut kini menjadi sebuah tempat tangkap ikan dengan cara memancing sistem poping atau dengan sistem tangkap pancing yang memiliki sasaran ikan berukuran besar meski memancing dari tepian tebing Tanjung Tua. Selain menjadi tempat favorit lokasi Tanjung Tua, juga menjadi tempat penghobi memancing dari berbagai wilayah di Lampung maupun luar Lampung.

Kondisi tersebut membuat pengelolaan terhadap Tanjung Tua semakin diperbaiki dengan melakukan penambahan fasilitas parkir, jalan dengan paving blok dan rigid untuk memudahkan pengunjung. Beberapa titik pantai yang tergerus dengan ombak bahkan direncanakan akan ditalud untuk menghindari abrasi pantai yang membuat sebagian besar bibir pantai tergerus ombak. Selain dapat melakukan kegiatan memancing dengan adanya usaha pertambakan pemancing juga masih bisa membeli oleh-oleh udang dan ikan bandeng saat beberapa tambak rakyat masuk masa panen.

Jurnalis: Henk Widi / Editor: Satmoko / Foto: Henk Widi
Bagikan:

Satmoko Budi Santoso

Berikan Komentar: