RABU  23 NOVEMBER 2016

MAUMERE – Kecelakaan lalu lintas (Lakalantas) yang terjadi selama rentang  2011 sampai Oktober 2016 mengakibatkan 218 warga Kabupaten Sikka meninggal dunia. Jumlah korban jiwa terbanyak terjadi tahun 2012 berjumlah 45 orang dengan jumlah kasus Lakalantas sebanyak 127 kasus .

Polantas Polres Sikka sedang menegur pengendara motor.

Demikian disampaikan Kasat Lantas Polres Sikka AKP Suhartono Bamboe,SH,SIK saat ditemui Cendana News di kantornya Rabu (23/11/2016).

Dikatakan Suhartono, sejak 2011 sampai Oktober 2016 telah terjadi kecelakaan lalu lintas sebanyak 690 kasus. Jumlah kasus terbanyak terjadi  pada 2011 dan 2012 masing-masing 279 kasus dan 127 kasus.

“Untuk mencegah terjadinya kasus Lakalantas Sat Lantas Polres Sikka terus melakukan sosialisasi di radio, tempat umum serta melakukan tilang di jalan guna menertibkan pengendara,” ujarnya.

Dari total kasus Lakalantas yang terjadi, beber Suhartono, selain mengakibatkan korban meninggal dunia, juga menyebabkan 184 orang mengalami luka berat dan 715 orang mengalami luka ringan.


Kasat Lantas Polres Sikka,AKP Suhartono Bamboe,SH,SIK.

Lakalantas juga lanjutnya, mengakibatkan kerugian materil sekitar  Rp1,1 miliar. Kerugian ini berupa rusaknya kendaraan . Untuk itu Sat Lantas Polres Sikka mengharapkan agar masyarakat tertib berlalu lintas saat mengendarai kendaraan di jalan raya.

“Pejalan kaki pun kami himbau untuk berhati-hati saat menyeberang jalan dengan memperhatikan situasi kendaraan yang sedang melintas dan jangan lengah,” pintanya.

Suhartono juga mengatakan, dalam rangka cipta kondisi menjelang hari raya Natal 25 Desember 2016 dan tahun baru 2017 , pihak kepolisian menggelar operasi Zebra Turangga yang dilaksanakan di seluruh Indoensia sejak tanggal 16  sampai 29 November 2016.

“Untuk itu saya berharap agar masyarakat mematuhi aturan lalu lintas sebab semuanya demi keamanan dan kenyamanan berkendara serta tidak menyebabkan terjadinya kecelakaan yang bisa berujung pada kematian,” pesannya.

Jurnalis: Ebed de Rosary/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Ebed de Rosary








Bagikan:

Irvan Sjafari

Berikan Komentar: