KAMIS 24 NOVEMBER 2016

MAUMERE – Sejak 2011 sampai  Oktober 2016  terjadi 14.123 kasus pelanggaran lalu lintas  di Kabupaten Sikka. Pelanggaran terbanyak terjadi pada 2015 dimana terdapat 3.746 pelanggaran lalu lintas. Demikian disampaikan Kasat Lantas Polres Sikka, AKP Suhartono

Anak-anak sekolah yang naik ke atap angkutan kota dan sering.

Bamboe,SH.SIK saat ditemui Cendana News di kantornya, Rabu (23/11/2016). Dipaparkan Suhartono, tahun 2011 terjadi 1.507 pelanggaran, pada 2012 dan 2013 naik menjadi 1.661 dan 2.247 pelanggaran. Tahun 2014 jumlah pelanggaran turun menjadi 1.989 pelanggaran namun kembali melonjak tajam di tahun 2015. Sementara  dalam  2016 hingga bulan Oktober tercatat sudah terjadi 2.973 kasus pelanggaran lalu lintas.

“Data ini merupakan pelanggaran lalu lintas yang ditilang sebab ada yang masih bisa ditolerir diberikan teguran simpatik,” ungkapnya.

Berdasarkan rangking menurut jenis kendaraan, lanjut Kasat Lantas, sepeda motor menempati peringkat pertama disusul mobil pick up, bus kecil seperti angkutan kota serta truck dan mobil pribadi.

Untuk bus kecil,bebernya, pelanggaran yang sering dilakukan yakni mengangkut penumpang melebihi kapasitas, penumpang duduk di atas atap mobil juga mengangkut sepeda motor dengan mengikatnya di tangga bagian belakang mobil.

“Kalau truk banyak sopir yang tidak memiliki SIM serta sering ngebut dan mengangkut penumpang. Sedangkan mobil pribadi banyak yang tidak memakai sabuk pengaman,” terangnya.

Bila dilihat menurut usia pelanggar ungkap Suhartono, rangking pertama ditempati pengendara yang berusia 1 sampai 30 tahun disusul umur 31 sampai 40 tahun serta umur 41 sampai 50 tahun.

Rangking ke empat ditempati pengendara berusia 10 sampai 1 tahun serta peringkat terakhir ditempati pengendara  berusia lebih dari 51 tahun. Banyak anak usia SD hingga SMP yang mengendarai kendaraan.

“Kami himbau para orang tua agar tidak membiarkan anak di bawah umur mengendarai kendaraan khususnya sepeda motor sebab mentalnya masih labil dan belum cukup umur mengemudikan kendaraan,” pungkasnya.

Jurnalis: Ebed de Rosary/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Ebed de Rosary









Bagikan:

Irvan Sjafari

Berikan Komentar: