KAMIS, 17 NOVEMBER 2016

MALANG --- Untuk pertama kalinya Provinsi Jawa Timur (Jatim) mengalami surplus perdagangan dengan beberapa negara tetangga. Tidak hanya Singapura, Jatim nyatanya juga berhasil meraih surplus dengan delapan negara ASEAN pada periode Januari-Juni 2016. Hal tersebut disampaikan Kepala Biro Administrasi Perekonomian Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur, Jumadi saat mengisi seminar Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (KMI), Kamis (17/11/2016).


"Dulu kita selalu mengalami defisit dengan Singapura, tetapi pada tahun ini sejak Indonesia merdeka, Jawa Timur berhasil meraih surplus perdagaan dengan Singapura dan delapan negara ASEAN," ungkapnya sambil menambahkan dengan Laos, masih mengalami defisit.

Menurutnya, neraca perdagangan antara Jatim dengan Singapura pada semester pertama tahun ini tercatat surplus US$112,89 juta. Dengan rincian nilai ekspor dari Jatim ke Singapura sebesar US$523,03 juta dan nilai impornya hanya US$410,14 juta.

"Ekspor dari Jatim ke Singapura memang didominasi produk dari usaha kecil menengah. Oleh karena itu pemerintah provinsi terus mendorong UKM melalui permodalan dan pemasaran,"ucapnya.

Tidak hanya itu, Pemprov juga mendirikan Jatim Mart di Singapura untuk menampung produk-produk bekualitas ekspor dari Jawa Timur.

"Sebenarnya kualitas produk kita ini sudah diakui bagus oleh negara-negara lain, namun ada juga yang memberikan kritikan bahwa meskipun kualitas produknya bagus tetapi packaging atau kemasannya kurang menarik. Oleh karena itu kita akan memperbaiki masalah kemasan tersebut," pungkasnya.
Jurnalis : Agus Nurchaliq / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : Agus Nurchaliq
Bagikan:

Cendana News

Berikan Komentar: