SENIN 14 NOVEMBER 2016

JAKARTA---Kabar berita duka datang dari Rumah Sakit (RS) Abdul Muis, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur.  seorang anak balita yang sebelumnya sempat di rawat di rumah sakit tersebut karena menderita luka-luka akibat terkena ledakan Bom Molotov di depan halaman Gereja Oikumene, Kota Samarinda  telah meninggal pagi tadi atau Senin dini hari, pada sekitar pukul 03:05 Wita.

Brigjen Pol. Agus Rianto, Kepala Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Mabes Polri.
Menurut informasi yang berhasil dihimpun Cendana News dari Mabes Polri, balita yang dikhabarkan meninggal dunia tersebut belakangan diketahui bernama Intan Marbun, masih berusia 2,5 tahun. Diduga Intan Marbun mengalami luka bakar pada bagian sekujur tubuhnya atau sekitar 78 %, selain itu korban diduga juga mengalami Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA).

Demikian menurut informasi dan keterangan dari Brigjen Pol. Agus Rianto, Kepala Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Mabes Polri pada saat dikonfirmasi wartawan di Jakarta  terkait dengan kebenarannya adanya khabar seorang anak balita yang meninggal dunia karena diduga terkena ledakan Bom Molotov yang dilemparkan oleh seorang pelaku di depan Gereja Oikumene, Kota Samarinda yang belakangan diketahui berinisial J (32).

Sebelumnya diberitakan, pada saat pelaku melemparkan Bom Molotov ke arah depan Gereja Oikumeme yang terletak di Jalan Dr. Cipto Mangunkusumo, Kota Samarinda tersebut diketahui mengakibatkan beberapa anak-anak yang sedang bermain belakangan diketahui mengalami luka-luka akibat ledakan Bom Molotov tersebut. Selain itu juga mengakibatkan kerusakan kendaraan bermotor yang kebetulan sedang diparkir di depan Gereja Oikumene.

Brigjen Pol. Agus Rianto, Karopenmas Divisi Humas Mabes Polri mengatakan "menurut keterangan Polda Kalimantan Timur dan Polrestabes Kota Samarinda, seorang anak balita bernama Intan Marbun, berusia 2,5 tahun dinyatakan telah meninggal dunia pada Senin dini hari sekitar pukul 03:05 WITA, korban dikhabarkan menderita luka bakar sekitar 78 % diduga karena  terkena ledakan Bom Molotov, korban sempat dirawat intensif di RS Abdul Muis, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, namun nyawanya tak tertolong" katanya kepada wartawan, Senin pagi (14/11/2016).

Jurnalis: Eko Sulestyono/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Eko Sulestyono

Bagikan:

Irvan Sjafari

Berikan Komentar: