RABU, 23 NOVEMBER 2016

SUMENEP --- Salah seorang narapidana narkoba bernama Rasidi (46) yang berada di Rumah Tahanan (Rutan) Klas II-B Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, meninggal dunia akibat terkena penyakit serangan jantung pada hari Rabu (23/11/2016) dini hari. Sebelum meninggal dunia, narapidana yang tersangkut kasus narkoba tersebut sempat menjalani perawatan medis di rumah sakit daerah setempat selama enam belas hari.

Narapidana pengedar narkoba yang meninggal merupakan warga asal Desa Tamberu, Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang. Beberapa bulan lalu ia tersandung kasus narkoba yang kemudian diamankan oleh aparat kepolisian daerah ujung timur Pulau Madura. Sehingga setelah usai putusan pengadilan, ia menjadi penghuni rumah tahanan, namun tidak lama kemudian yang bersangkutan terkena penyakit serangan jantung hingga meninggal dunia.

“Awalnya ia mengelu sakit dada, setelah kami ketahui langsung yang bersangkutan dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan perawatan medis. Namun selama enam belas hari dirawat penyakitnya tak kunjung sembuh hingga akhirnya meninggal dunia,” kata Ketut Akbar HA, Kepala Rumah Tahanan (Rutan) Klas II-B Kabupaten Sumenep, Rabu (23/11/2016).

Ketut Akbar HA, Kepala Rumah Tahanan (Rutan) Klas II-B Kabupaten Sumenep Madura sedang memberikan pernyataan kepada awak media perihal meninggalnya seorang narapidana narkoba akibat serangan jantung.
Disebutkan, bahwa saat hari pertama dirujuk ke rumah sakit yang bersangkutan mengaku sebelum dipenjara memang dirinya sempat melakukan chek up di salah satu rumah sakit Surabaya dan dinyatakan memiliki catatan medis berupa sesak nafas serta jantung kronis. Tetapi penyakit yang ia derita kembali kambuh ketika sedang berada di rumah tahanan saat menjalani hukuman penjara terkait kasus narkoba.

 “Selama dilakukan perawatan medis di rumah sakit, narapidana kasus narkoba ini tetap mendapat pengawalan dari pihak Rutan. Sekitar pukul 00.30 Wib dini hari yang bersangkutan kembali mengeluh sakit, lalu pada pukul 02.15 WIB dini hari ia sudah dinyatakan meninggal dunia,” jelasnya.

Narapidana yang meninggal dunia ini divonis hukuman penjara tujuh tahun enam bulan, karena terbukti melanggar pasal 114 tentang narkotika sebagai pengedar narkoba.

Jurnalis: M. Fahrul / Editor: Satmoko / Foto: M. Fahrul

Bagikan:

Satmoko Budi Santoso

Berikan Komentar: