RABU 16 NOVEMBER 2016

SURABAYA--- Sejumlah siswa siswi dari SMKN 3 Surabaya dan SMKN 12 Surabaya terlihat duduk rapi di dalam gedung Auditorium Universitas Kristen Petra (UK Petra) pada Rabu, (16/11/2016). Mereka bersiap menyaksikan pemutaran film-film  mengenai ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) sembari belajar.


Suasana belajar sambil meononton film.




Acara yang diberi nama Science Film Festival 2016 (SFF 2016) ini diselenggarakan atas kerjasama antara Perpustakaan UK Petra dan Goethe-Institut. Menurut Kepala Perpustakaan UK Petra, Dian Wulandari mengatakan, tahun 2016 ini merupakan tahun ke-4 dalam penyelenggaraan SFF sejak awal penyelenggaraannya yakni pada tahun 2013.


"Tujuan dari acara ini yaitu untuk membantu siswa mempermudah memahami materi yang terhubungan dengan sains dengan bantuan peraga visual berupa film. Dengan seperti ini, harapannya para siswa dapat lebih mudah menyerap materi-materi yang disampaikan," ujarnya kepada cendananews di lokasi.

Selain dengan film, lanjut dia, presentasi dan demo eksperimen setelah pemutaran film juga dilakukan. Hal ini diperlukan supaya para siswa semakin memahami dan mudah menyerap materi-materi yang disampaikan.

Perempuan yang akrab disapa Dian ini juga menambahkan, tema yang diusung dalam SFF 2016 ini yaitu Material Science. Materi ini terkait pembelajaran mengenai struktur bahan baik dari sifat maupun dari perkembangannya.

"Dengan menggunakan film-film pendek yang ditayangkan dan olah bahasa dari narasi film yang mudah dipahami, materi yang sulit pun akan menjadi mudah diserap dan dimengerti oleh para siswa," katanya.

Tidak dapat dipungkiri, imbuh Dian, remaja sekarang ini minat bacanya cenderung menurun. Walaupun memang belum ada penelitian mengenai hal tersebut. Namun, hal ini dapat dilihat dari sikap remaja sekarang yang mudah jenuh untuk membaca buku teks yang terlalu panjang.

"Paling kalau baca buku yang artikelnya panjang-panjang hanya kuat baca 15-20 menit saja. Sudah pasti pemahaman materi yang didapat juga sedikit. Maka dari itu, dengan melalui media visual film, bisa menjadi alternatif bagi siswa untuk memahami materi-materi terkait sains yang awalnya rumit dan membosankan menjadi menyenangkan dan mudah diserap," pungkasnya.

Kegiatan nonton film bareng ini diikuti sekitar 130 siswa. Setelah selesai menonton film para siswa dilibatkan dalam demo eksperimen sesuai isi film. Para siswa terlihat sangat menikmati dan antusias dalam menyimak film dan paparan penjelasan dari demo eksperimen yang dipraktekkan. 

Jurnalis: Nanang WP/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Nanang WP
Bagikan:

Irvan Sjafari

Berikan Komentar: