SENIN, 28 NOVEMBER 2016
LAMPUNG---Polda Lampung Selatan melalui Satnarkoba Polres Lampung Selatan berhasil mengamankan seorang sopir asal Bengkalis Riau yang akan menyeberang melalui pelabuhan Bakauheni. Raja Chandra bin Raja Burhan (37) diamankan petugas Seaport Interdiction (SI) Pelabuhan Bakauheni saat petugas mendapati dalam kendaraan yang dikemudikannya terdapat barang haram narkotika golongan I jenis shabu-shabu seberat 24 kilogram dengan jumlah yang berbeda di antaranya sebanyak 19 kilogram dan sebanyak 5 kilogram yang akan dikirimkannya kepada pemesan di Jakarta.

Dalam ekspos yang langsung dipimpin oleh Kapolda Lampung Brigjen Pol Sudjarno, pengungkapan penyelundupan narkotika jenis shabu-shabu tersebut merupakan keberhasilan Polres Lampung Selatan yang satu bulan sebelumnya juga berhasil mengamankan narkotika jenis shabu-shabu dalam jumlah yang besar berikut ribuan butir ekstasi.

Aparat kepolisian di wilayah hukum Lampung menunjukkan barang bukti narkotika yang berhasil disita.
“Kerja keras anggota Polres Lampung Selatan dalam upaya memberantas peredaran narkoba dengan cara memperketat penjagaan di pintu masuk Pelabuhan Bakauheni sebagai pintu keluar dari Pulau Sumatera menuju Pulau Jawa,” ungkap Kapolda Lampung Brigjen pol Sudjarno didampingi Kapolres Lampung Selatan AKBP Adi Ferdian Saputra dan beberapa pejabat Polres Lampung Selatan dalam ekspos di Mapolres Lampung Selatan, Senin (28/11/2016).

Selain tersangka, ungkap Sudjarno, polisi juga berhasil mengamankan barang bukti narkotika jenis shabu-shabu dengan berat mencapai 24 kilogram terdiri dari sebanyak 19 kilogram shabu dalam 19 bungkus plastik bertuliskan guanyiwang dan sebanyak 5 kilogram dalam bungkus plastik. Barang haram tersebut berdasarkan keterangan dibawa menggunakan kendaraan Nissan Livina warna putih metalik dengan nomor polisi BM 1692 JF. Sebagai upah pengiriman dirinya mengaku diberi uang sebesar Rp7 juta dan dijanjikan akan dibelikan kendaraan roda dua sesampainya tersangka di Jakarta dan menyerahkan shabu tersebut kepada penerima.

Sementara itu, tersangka Raja Chandra bin Raja Burhan yang bekerja sebagai sopir dan tinggal di Jalan  Sungai Selari Kecamatan Bukit Batu Kabupaten Bengkalis Riau yang hingga saat ini diamankan di Mapolres Lampung Selatan untuk dimintai keterangan lebih lanjut terkait asal barang dan jaringan pengiriman narkoba yang mulai marak dalam kurun waktu dua bulan terakhir.

Para petugas menginventarisir jumlah narkotika yang berhasil disita.
Narkotika sebanyak 24 kilogram tersebut, menurut polisi yang mengamankan barang haram asal Riau, jika dinominalkan mencapai nilai Rp 36 miliar dengan asumsi satu gram dijual dengan harga Rp1,5 juta. Pengamanan oleh polisi terkait penyelundupan shabu seberat 24 kilogram sekaligus menyelamatkan nyawa manusia sebanyak 120 ribu orang jika 1 gram dikonsumsi sebanyak 5 orang.

Salah satu modus yang digunakan para tersangka dalam pengungkapan polisi di antaranya para pelaku melakukan pengiriman narkotika tersebut sebagian besar pada malam hari karena mencari kelengahan petugas jaga di Seaport Interdiction Pelabuhan Bakauheni. Namun dengan kesigapan petugas selain kerja keras tak kenal lelah selain shabu-shabu anggota Seaport Interdiction Pelabuhan Bakauheni berhasil mengamankan tersangka pembawa shabu, ekstasi, maupun ganja itu.

Berdasarkan data hingga akhir bulan September, tercatat Polres Lampung Selatan melalui Sat Narkoba berhasil mengungkap sebanyak 126 kasus dengan jumlah tersangka terdiri dari 179 orang laki laki dan sebanyak 6 tersangka wanita dengan barang bukti narkotika jenis ganja sebanyak 110.000 gram, shabu sebanyak 6.137 gram dan ekstasi sebanyak 10.467 butir. Sebagian barang bukti yang telah memiliki putusan pengadilan dan ketetapan hukum telah dimusnahkan oleh Polda Lampung. Sementara beberapa kasus sepanjang bulan November berikut barang bukti dan tersangka masih dalam tahap penyidikan dan perekapan.

Akibat perbuatan tersangka pembawa narkotika jenis shabu-shabu tersebut terancam dipidana dengan Undang-undang RI Tahun 2009 pasal 111 ayat (1), pasal 112 ayat (1) pasal 114 ayat (1) dan (2) dipidana dengan pidana mati, pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 6 (enam) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan pidana denda maksimum sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditambah 1/3.

Maraknya penyelundupan narkotika di pintu masuk Pelabuhan Bakauheni membuat polisi terus memperketat pengawasan di pintu masuk dengan menyiagakan personil. Selain itu polisi juga menyiagakan sebanyak 3 anjing pelacak yang merupakan bagian dari personil K-9 Polres Lampung Selatan.

Jurnalis: Henk Widi / Editor: Satmoko / Foto: Henk Widi


Bagikan:

Satmoko Budi Santoso

Berikan Komentar: