RABU, 9 NOVEMBER 2016

SUMENEP --- Spesialis komplotan pembobol Anjungan Tunai Mandiri (ATM) rupanya juga mulai merambah ke Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, pasalnya kepolisian daerah setempat menerima laporan dari salah satu bank bahwa Anjungan Tunai Mandiri (ATM) miliknya yang berlokasi di wilayah kecamatan rusak akibat diduga hendak diambil uangnya oleh pembobol Anjungan Tunai Mandiri (ATM). Beruntung dalam peristiwa tersebut uang yang ada di dalam Anjungan Tunai Mandiri (ATM) tidak sampai hilang.

Pihak kepolisian menerima laporan dari salah satu bank pada hari Selasa (8/11/2016) malam pukul 20.00 Wib, bahwa Anjungan Tunai Mandiri (ATM) miliknya rusak diduga akibat hendak dibobol oleh komplotan spesialis pembobol Anjungan Tunai Mandiri (ATM). Sehingga aparat kepolisian menindaklanjuti laporan tersebut guna melakukan penyelidikan lebih lanjut, agar peristiwa itu dapat diketahui secara jelas untuk penanganan lebih lanjut.

“Jadi kami mau memastikan kerusakannya kapan, karena laporannya kemaren malam jam 20.00 Wib. Sementara penangkapan komplotan pembobol Anjungan Tunai Mandiri (ATM) di Kabupaten Sampang itu kan siang hari, takutnya salah waktu. Karena analisa kita orang itu kemungkinan besar ke daerah ini juga melakukan pengrusakan dengan rencana pembobolan itu, mungkin karena tidak berhasill, mereka lari ke Sampang untuk melancarkan aksinya disana dan akhirnya ketangkap,” kata AKBP H. Joseph Ananta Pinora S.I.K, M.Si, Kapolres Kabupaten Sumenep, Rabu (9/11/2016).

Disebutkan, bahwa dengan adanya laporan tersebut, pihaknya meminta seluruh daftar titik-titik Anjungan Tunai Mandiri (ATM) bank Bank Rakyat Indonesia (BRI), sebab bank itulah yang telah menjadi sasaran pembobolan, sehingga apabila sudah mengantongi titik-titik tempat Anjungan Tunai Mandiri (ATM) itu, maka akan dilakukan penjagaan. Karena sepertinya yang menjadi sasaran masih hanya satu bank, sehingga untuk bank lainnya belum ada laporan adanya pembobolan.

“Mesinnya itu tertentu, karena tidak semua mesin itu bisa dibobol. Jadi mesin tertentu itu sedang kita pelajari, karakteristiknya seperti apa, karena setiap mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) itu berbeda. Maka ketika sudah diketahui dengan kelompok itu, mereka dengan mudah menaklukkan, sehingga bisa habis isi Anjungan Tunai Mandiri (ATM) itu,” jelasnya.

Oleh karena itu, pihaknya akan terus melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk dapat mengetahui secara pasti, apakah pelaku itu komplotan yang sudah tertangkap atau bukan. Sehingga dengan cara melihat CCTV (Closed Circuit Television) yang ada di dalam ruangan tempat Anjungan Tunai Mandiri (ATM) tersebut.

Jurnalis : M. Fahrul / Editor : Rayvan Lesilolo / Foto : M. Fahrul 
Bagikan:

Rayvan Lesilolo

Berikan Komentar: