SELASA, 15 NOVEMBER 2016
KUBU RAYA---Akibat cuaca buruk yang terjadi akhir-akhir ini di sejumlah wilayah Kalimantan Barat, menyebabkan proses evakuasi pencarian korban speed boat tabrakan di perairan Batu Ampar, Kabupaten Kubu Raya, terhenti sesaat. Humas SAR Pontianak, Untung Supriadi menyebutkan, sejumlah pihak ikut dalam evakuasi tersebut. Tim SAR gabungan yang terlibat di antaranya Tim Rescue Kantor SAR Pontianak, Satpol Air Batu Ampar, Pos Mat AL Muara Kubu, Polsek Kubu, pemilik speed boat Sinergy Ekpress, Rapi Kecamatan Rasau Jaya, nelayan, dan masyarakat setempat.

“Kami terus melakukan pencarian terhadap dua orang korban, Berto Simanjuntak (48) dan Roni (38), dan akhirnya ketemu,” ujar Untung, Selasa (15/11/2016).
Proses evakuasi korban yang berhasil ditemukan.


Dikatakan, proses penyisiran yang terjadi menggunakan 1 kapal RIB milik SAR, 6 speed boat, dan 2 kapal milik warga. Penyisiran terus dilakukan untuk menemukan keberadaan korban. Selain itu juga, Tim SAR gabungan melakukan penyelaman hingga kedalaman 10 meter. Namun usaha Tim SAR gabungan belum membuahkan hasil.

“Tim SAR gabungan berhasil menemukan keberadaan speed boat yang tenggelam pada kedalaman sekitar 10 meter atau berjarak sekitar 7,4 meter dari lokasi tabrakan,” ucapnya menjelaskan.

Dijelaskan pula, Tim SAR gabungan dibantu masyarakat sekitar berhasil melakukan penarikan terhadap speed boat tersebut.  “Akan tetapi di dalam speed boat tidak terdapat tanda-tanda keberadaan kedua korban,” ujarnya.

Karena sudah memasuki hari ke 2, maka sudah seharusnya korban ditemukan secepat mungkin. Maka, kantor SAR Pontianak pun kembali memberangkatkan satu buah Kapal Negara (KN) 417 dengan kekuatan 9 orang. “Terdiri dari penyelam SAR, relawan komunikasi, dan kru kapal,” demikian Untung menjelaskan.
Speed boat yang berhasil ditemukan.


Ia melanjutkan, pada pukul 15.00 WIB, Tim SAR gabungan kembali melakukan penyelaman di lokasi speed boat ditemukan. Namun demikian, cuaca di lokasi kejadian tidak bersahabat atau ekstrem.  “Hujan deras dan angin kencang serta visibility air yang sangat keruh mengharuskan tim untuk memberhentikan sejenak proses pencarian,” kata Untung.

Dijelaskannya juga, pencarian terhadap kedua korban kembali dilakukan oleh Tim SAR gabungan. Kali ini pencarian dilakukan dengan melakukan penyisiran di sekitar lokasi penemuan speed boat.  “Usaha Tim SAR gabungan kali ini membuahkan hasil, pada pukul 22.45 WIB (Senin, 14/112016) kedua korban, Berto Simanjuntak (45) ditemukan Tim SAR gabungan dalam keadaan meninggal dunia, sekitar 220 meter jaraknya,” ucapnya.

Korban lainnya, Roni (38) ditemukan sekitar 10 meter dari penemuan korban pertama. Selanjutnya, korban dievakuasi ke Padang Tikar, Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Kubu Raya, untuk diserahkan kepada masing-masing pihak keluarga.
Jurnalis: Aceng Mukaram/ Editor: Satmoko / Foto: Dokumentasi SAR




Bagikan:

Satmoko Budi Santoso

Berikan Komentar: