SABTU, 12 NOVEMBER 2016

MALANG --- Rencana pemerintah akan menjadikan Indonesia sebagai pusat destinasi halal dunia, patut diapresiasi dan terus didukung. Butuh perjuangan dan peran dari anak-anak muda untuk mewujudkan hal tersebut, karena sekarang Indonesia masih jauh tertinggal dari Malaysia, Turki, Arab Saudi.


"Kalau kita tidak bergegas untuk segera merealisasikan target tersebut, maka kita akan tetap terus tertinggal dari negara-negara itu. Padahal potensi Indonesia sendiri luar biasa, ditambah lagi jumlah umat muslim di Indonesia paling banyak," jelas Ketua Halal Thayyib Science Center Universitas Brawijaya (UB), Ir. Sukoso dalam seminar Brawijaya Halal Food Fair, Sabtu (12/11/2016).

Jika Indonesia tetap menunggu saja seperti ini, maka tidak menutup kemungkinan akan kalah dengan Jepang maupun Korea. Di Jepang pada tahun 2020 mendatang akan menjadikan Tokyo sebagai tempat tujuan wisata Halal.

"Sedangkan di Korea sudah memiliki destinasi halal. Bahkan sekarang Korea juga menawarkan perjalanan ke Mekkah untuk haji serta umrah. Mereka juga menjamin bahwa mereka memiliki fasilitas yang halal. Apa kita tidak malu terhadap mereka karena mereka sangat konsen dengan destinasi halal,"tandasnya.

Oleh karena itu, anak-anak muda inilah yang nantinya harus melanjutkan pembangunan di negara ini. Untuk mencapai target tersebut harus dipersiapkan sumber manusianya dan terus melakukan sosialisasi halal kepada masyarakat.

"Tolong dipahami pemahaman halal yang mendasar. Jangan sampai halal karena label halalnya saja, karena banyak orang yang setelah label halalnya di dapat tapi komitmennya tidak ada. Mereka-mereka inilah yang tidak takut dengan Allah,"pungkasnya.
Jurnalis : Agus Nurchaliq / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : Agus Nurchaliq
Bagikan:

Cendana News

Berikan Komentar: