MINGGU, 13 NOVEMBER 2016

SAMPANG --- Setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur daerah Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, membuat debit air Sungai Kemuning yang berada di tengah kota ini meningkat drastis dan akhirnya meluap.


Air dari luapan sungai tersebut meluber dan mulai kembali merendam kota pada hari Minggu (13/11/2016). Bagi masyarakat daerah ini banjir merupakan hal agenda tahunan. Meskipun di wilayah kota ini tidak diguyur hujan bisa saja terjadi banjir, kiriman dari wilayah hulu sungai.

“Jadi banjir itu terjadi sejak sekitar pukul 10.00 Wib pagi, tetapi itu sangat kecil. Namun pada pukul 13.18 Wib, banjir ini merembet ke pusat kota ini, akibatnya pusat kota menjadi terendam banjir,”  kata Badrut Tamam (38), warga Jalan Imam Bojol, Kelurahan Dalpenang, Minggu (13/11/2016).

Disebutkan, bahwa ketika banjir sedang melanda masyarakat mulai ketakutan. Jika hujan turun menambah khawatir karena debit air akan terus bertambah.

“Musibah banjir ini memang tidak bisa dihindari lagi ketika pada saat musim, sehingga keresahan masyarakat setiap musim hujan terus terjadi. Karena banjir ini bukan satu atau dua kali saja, namun terlalu sering banjir melanda pemukiman penduduk di daerah ini,” jelasnya.


Sedangkan ketinggian banjir yang berkisar berkisar antara 40-70 centimeter, sehingga hal itu sangat menyulitkan warga untuk menjalankan aktifitas. Akibatnya mereka hanya memilih berdiam diri di rumahnya masing-masing sambil menunggu banjir surut.
Jurnalis : M. Fahrul / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : M.Fahrul
Bagikan:

Cendana News

Berikan Komentar: