JUMAT, 18 NOVEMBER 2016

CIMAHI --- Dua unit mesin jaring sampah alias trash rake yang dibangun melalui program Pemerintah Pusat sejak sepuluh tahun lalu dibiarkan terbengkalai dan tidak dioperasikan. Kondisi yang tidak sesuai harapan diduga menjadi pemicu dibiarkannya mesin tersebut terlantar.

Mesin jaring sampah
Dua mesin tersebut yakni di aliran sungai Cikendal yang membelah wilayah Kota Cimahi dan Kota Bandung, tepatnya di RW 31 RT 1 Kelurahan Melong, Kec. Cimahi Selatan. Sedangkan yang satunya berada di Kelurahan Karang Mekar, Kec. Cimahi Tengah, tepatnya di samping tempat pengolahan sampah (TPS) Leuwigoong.

Asisten Ekonomi Pembangunan Kota Cimahi, Benny Bahtiar membenarkan dua unit mesin pembersih sampah ini adalah program Pemerintah Pusat.

"Kalau soal kenapa mesin ini kenapa dibiarkan dan tidak beroperasi itu ada di ranah Pemerintah Pusat," ujar Benny.

Disampaikan, pada tahun 2009 lalu. dua unit mesin ini akan diserahterimakan kepada Pemerintah Kota Cimahi. Hanya saja kondisi mesin dan kontruksinya tidak sesuai harapan. Ditakutkan, fungsi mesin ini tidak bisa maksimal untuk mengangkut sampah.

"Ketika mesin dinyalakan, getarannya sangat kencang dan mengganggu masyarakat sekitar. Katanya dulu (Pemerintah Pusat) akan memperbaikinya lagi, tapi sampai saat ini enggak diperbaiki," ungkapnya.

Soal berapa besar anggaran untuk mengoperasikan mesin, ia mengaku, tidak mengetahui secara pasti.

"Tapi yang pasti biaya operasionalnya besar. Kami pun khawatir alat itu tidak bisa termanfaatkan dengan maksimal," pungkasnya.
Jurnalis : Rianto Nudiansyah / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : Rianto Nudiansyah
Bagikan:

Cendana News

Berikan Komentar: