SENIN 7 NOVEMBER 2016

BALIKPAPAN---Upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) kota Balikpapan terus dilakukan Pemerintah dan DPRD, dengan menghitung potensi-potensi yang ada untuk digali salah satunya usaha air isi ulang. Rencananya usaha air isi ulang akan dikenakan pajak pada  2017 mendatang. 



Ketua Komisi I DPRD kota Syukri Wahid menilai selama ini kegiatan usaha sumur bor atau sumur dalam yang menjadi salah satu sumber baku air isi ulang belum digali secara serius. Karena itu pada tahun 2017, akan diberlakukan pajak bagi usaha air isi ulang.

"Tapi sebelum dikenakan pajak pastinya dihitung dulu presentase potensinya. Nantinya akan dikenakan berapa nah itu masih dihitung lagi," terangnya Senin, (7/11/2016). 

Menurutnya, Pemkot sudah memiliki pajak air tanah sejak beberapa tahun lalu. Pajak ini diakui belum berjalan maksimal padahal penggunaan air tanah untuk kegiatan usaha komersial cukup tinggi.

"30 persen itu dikelola pribadi atau swasta. Dan untuk yang dikomersilkan ya harus kita pungut," tambahnya. 

Sementara itu, salah seorang pengusaha air isi ulang dikawasan Graha Indah Didi mengatakan usaha air usaha ulang dimulai sejak lima tahun lalu, sumber air untuk usahanya menggunakan air PDAM. 

"Usaha kami menggunakan air PDAM bukan sumur bor, sehingga kami perlu mensterilkan air lagi dari alat yang ada hingga layak dikonsumsi. Modalnya menggunakan mesin, bayar listrik, dan bayar air," katanya. 

Disebutkan Didi, dalam sehari dapat melayani 100 galon air isi ulang. Pergalonnya dijual dengan harga Rp6.000.

Ketika ditanya terkait akan dikenakan pajak, ia belum dapat berkomentar jauh untuk hal tersebut. 

Jurnalis: Ferry Cahyanti/Editor:Irvan Sjafari/Foto: Ferry Cahyanti
Bagikan:

Irvan Sjafari

Berikan Komentar: