SABTU, 12 NOVEMBER 2016

TANGERANG --- BritAmaX Tangzel Jazz Festival 2016 (TJF 2016) diadakan di Bintaro Xchange Mall Bintaro Jaya, Tangerang Selatan. Memasuki area Xchange Mall Bintaro dari stasiun kereta Jurangmangu, maka penonton akan langsung disuguhi dua panggung raksasa berdampingan yang dinamakan 'panggung jawara' dan 'panggung blandongan'.

Penampilan enam musisi Jazz masa depan tanah air MLD Jazz Project dalam BritAmaX TJF 2016

Area luas dari pelataran belakang Xchange Mall Bintaro yang langsung menghadap jalan bebas hambatan, ditambah semilir angin dari kawasan lembah hijau Jurangmangu membuat suasana festival ini memang layak untuk didatangi.

Komitmen panitia untuk sebuah acara pesta rakyat sudah dibuktikan dengan deretan bazaar maupun kuliner makanan khas tradisional nusantara seperti Nasi gudeg, Soto betawi, Nasi goreng gila khas betawi, Tongseng solo, serta masih banyak lagi kuliner nusantara lainnya.

Tidak ketinggalan juga bazaar pameran busana kreatif, minuman herbal yang dikelola oleh masyarakat lokal Tangerang Selatan, dan area informasi dari sebuah himpunan relawan guru yang menamakan diri mereka 1000 Guru Tangsel Traveling and Teaching.

Koordinator acara TJF 2016, Fita, terlihat sangat antusias bahwa acara ini akan berlangsung sukses tanpa kendala berarti. Hanya saja ia mengharapkan semoga cuaca terus bersahabat sampai acara usai.

" Semoga tidak hujan, akan tetapi jika hujan maka panitia sudah mempersiapkan langkah antisipasi seperti tenda-tenda perlindungan bagi penonton dan bagian peralatan juga sudah menyiapkan antisipasi untuk melindungi peralatan mereka agar acara bisa terus berjalan walaupun turun hujan," terang Fita.

Perhelatan TJF 2016 yang ketiga kali ini dibuka tepat pukul 14.00 WIB di 'Panggung Jawara' dengan penampilan dari grup Jazz masa depan Indonesia, MLD Jazz Project. Suara renyah vokalis Annisa Rizky Amalia saat membawakan lagu pembuka berjudul 'Tanda-tanda' milik musisi kondang Utha Likumahuwa terdengar padu menghentak dalam aransemen Jazz progresif.

Penampilan berikut yang tidak kalah luar biasa, masih dari 'Panggung jawara' adalah aksi panggung Inspiring Tribute Band atau disingkat ITB. Salah satu lagu hits milik grup internasional Queen berjudul 'Every little thing called love' mereka aransemen dan bawakan dalam nuansa Jazz yang dipadukan dengan permainan saxophone yang kuat ditambah tabuhan perkusi sebagai ramuan nuansa alami di lagu ini.

Tidak kalah menarik adalah penampilan musisi Jazz cilik Clarice cute di 'Panggung blandongan' tepat disamping 'Panggung jawara'. Penyanyi cilik yang lucu dan menggemaskan ini tampil lepas menghibur ratusan penonton yang memadati 'Panggung blandongan'. Bahkan Tiyo Alibasjah Group juga tidak kalah menghentak 'Panggung blandongan' untuk mengimbangi rekan-rekan sesama musisi Jazz muda yang sudah unjuk gigi sebelumnya di 'Panggung Jawara'.

Penampilan Clarice cute yang mengundang perhatian banyak penonton karena keceriaan dan kelucuannya

Melihat para talenta Jazz muda tanah air yang membuka BritAmaX Tangsel Jazz Festival 2016 (TJF 2016), maka apa yang dikatakan panitia saat peluncuran acara tersebut tanggal 2 November 2016 sudah terbukti. Bahwa TJF 2016 bukan semata sebuah acara festival rakyat biasa akan tetapi juga menjadi salah satu ajang regenerasi musisi Jazz tanah air.

Merakyat, membumi, dan mengedepankan regenerasi musisi Jazz muda, bagaikan ramuan minuman menyegarkan di siang hari bagi para penggemar Jazz yang meluangkan waktunya untuk menonton TJF 2016. Tidak sampai disitu saja, panitia memperkirakan acara ini akan mencapai puncaknya di malam hari saat penampilan Fariz RM, Iga Mawarni, Rio Moreno Latin Combo, Indonesian Young Jazz, dan sudah tentu sang bintang tamu utama yakni Glenn Fredly.

Hari ini, malam minggu, tanggal 12 November 2016, saatnya bagi keluarga untuk menikmati alunan Jazz dari para musisi muda yang berkolaborasi dengan para senior mereka demi menyuguhkan sebuah wisata hiburan menarik bagi masyarakat Tangerang selatan dan Jakarta.
Jurnalis : Miechell Koagouw / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : Miechell Koagouw
Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: