SELASA 29 NOVEMBER 2016

SOLO --- Derasnya hujan yang turun pada Senin sore hingga malam (28/11/16), membuat sejumlah wilayah di Karanganyar Jawa Tengah, banjir akibat luapan sungai. Di antara yang mengungsi  sebanyak 25 Kepala  Keluarga (KK) warga yang tinggal di perumahan Tamansari, Karanganyar harus mengungsi karena tembok pemisah antara perumahan dan tepi sungai jebol.

Warga Karanganyar sedang mengungsi.
“Tembok jebol sekitar pukul  19.00 WIB, setelah itu air berangsur naik hingga masuk ke rumah warga,” ucap salah satu warga Suparman kepada CendanaNews, Senin malam (28/11/16).

Lebih lanjut Ketua RT 08, RW 1 itu menyatakan, air terus naik hingga tengah malam. Ketinggian air paling parah mencapai satu meter lebih.

“Akbatnya, warga di perumahan kami himbau untuk mengungsi ke lokasi yang lebih aman,” jelasnya.

Disebutkan, setidaknya ada 25 KK warga yang tinggal di perumahan Tamansari, Karanganyar itu yang harus mengungsi ke tempat saudara atau yang lebih aman. Banjir kali ini yang pertama kalinya sepanjang 10 tahun terakhir.

 “Sebelumnya belum pernah banjir, baru pertama kali ini. Semoga saja ini yang terakhir,” harapnya.

Adanya tembok jebol ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar juga langsung turun tangan ke lokasi. Sejumlah petugas BPBD turut membantu mengevakuasi barang-barang milik warga.

“Setelah banjir surut kami akan melakukan langkah darurat. Salah satunya dengan membuat talud dari bronjong batu untuk menghambat air saat terjadi hujan lagi,” jelas Kepala BPBD Karanganyar Nugroho.

Ancaman banjir dan bencana longsor di Karanganyar, imbuh Nugroho memasuki awal Desember nanti akan semakin besar. Sebab, tinggi curah hujan mencapai puncaknya pada awal bulan ke 12 tersebut.

“Kami jauh-jauh hari telah mengintruksikan terutama warga yang tinggal di rawan bencana agar waspada. Karena hujan yang turun akan semakin banyak yang lama. Potensi bencana akan semakin tinggi,” pungkasnya.

Jurnalis: Harun Alrosid/Editor: Irvan Sjafari/Foto; Harun Alrosid  
Bagikan:

Irvan Sjafari

Berikan Komentar: