RABU, 16 NOVEMBER 2016

KEEROM --- Satuan Tugas (Satgas) Pengaman Perbatasan (Pamtas) RI-PNG Yonif Mekanis 516 Caraka Yhuda kembali temukan ladang ganja di wilayah perbatasan RI-PNG. Setelah sebelumnya mendapatkan ganja siap edar saat razia barang bawaan terhadap pengendara disepanjang jalan utama kampung Ampas, Kabupaten Keerom.


"Penemuan ladang ganja tersebut merupakan hasil pengembangan dari diamankannya seorang pengedar beserta barang bukti berupa 34 (tiga puluh empat) paket ganja kering siap edar dan 1 (satu) botol minuman keras jenis Whisky Robinson oleh Pos 3/A Ampas Satgas Yonif Mekanis 516/CY," kata Komandan Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Mekanis 516/CY, Rabu (16/11/2016).

Dari informasi yang yang diperoleh tersebut, Danyon telah perintahkan komandan kompi pos Waris melaksanakan patroli untuk mengetahui kebenaran dari keterangan pelaku tersebut. "Dibawah pimpinan Danki 2/A Lettu Inf Hari Sutanto, satu regu melakukan patroli dibelantaran hutan Waris, tepatnya di Kampung Banda dengan waktu yang ditempuh kurang lebih 4 jam, didapti satu areal yang ditumbuhi puluhan pohon ganja," ujarnya.


Awalnya anggota sempat terkecoh dengan tanaman Sorgum yang mirip dengan tanaman Ganja, namun tim patroli mendapati tanaman ganja yang tak jauh dari lokasi tersebut. "Saat anggota teliti dan mencium setiap tanaman yang mirip tanaman ganja itu, didapati terdapat 11 pohon ganja yang tingginya sekitar 2 meter," katanya.

Dirinya mengapresiasikan apa yang telah didapati oleh anggotanya tersebut, yang awalnya dari razia dan berujung penemuan ladang ganja. "Prestasi yang telah diperoleh ini semoga menjadi pemicu semangat jajaran Satgas Yonif Mekanis 516/CY  dalam melaksanakan tugas mengamankan wilayah perbatasan darat RI-PNG guna mencegah terjadinya pelanggaran hukum di wilayah perbatasan darat RI – PNG," ujarnya.


Pihaknya terus berusaha agar peredaran narkoba jenis ganja ini semakin sempit dengan terus menggelar razia dadakan terhadap pengendara disekitaran Keerom, khususnya dijalan utama. "Kami terus berupaya ciptakan suasana yang aman, nyaman dan kondusif di wilayah perbatasan, serta terus lakukan pengembangan dan pendalaman terhadap informasi dan hasil yang diperoleh kemungkinan masih adanya ladang ganja yang ada di wilayah perbatasan, agar tak bisa tembus ke wilayah Kota Jayapura, artinya meminimalisir ruang gerak pengedar," ungkap Letkol Inf Lukman Hakim.

Maraknya peredaran ganja yang bisa tembus antar kabupaten bahkan antar negara ini, terbukti juga dengan ditangkapnya salah satu siswa SMP Waris oleh pihak kepolisian di pelabuhan utama Kota Jayapura.

Jurnalis : Indrayadi T Hatta / Editor : Rayvan Lesilolo / Foto : Indrayadi T Hatta
Bagikan:

Rayvan Lesilolo

Berikan Komentar: