RABU, 23 NOVEMBER 2016

SUMENEP --- Belasan desa di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, masih belum melakukan penebusan bantuan beras bagi warga miskin (Raskin). Perubahan regulasi baru yang dinilai memberatkan kepala desa, karena sebelum melakukan pendistribusian beras tersebut harus ditebus terlebih dahulu, sehingga kepala desa harus mencari biaya sebelum mendapatkan bantuan.

Beras untuk masyarakat miskin
Padahal sebelumnya sistem penebusan beras bagi warga miskin (Raskin) tidak dibayar terlebih dahulu, melainkan setelah beras itu didistribusikan kepada penerima manfaat baru membayar uang tebusan kepada pihak Bulog daerah setempat.

“Dari laporan yang kami terima masih terdapat tujuh belas desa yang belum melakukan penebusan Raskin sejak bulan Januari tahun 2016 ini, itu karena terkendala perubahan regulasi dari Bulog. Sebelumnya penebusan Raskin menggunakan sistem pembayaran setelah beras didistribukan, tapi saat ini justru sebaliknya membayar sebelum didistribusikan,” kata Moh. Hanafi, Kepala Bagian Perekonomian Pemerintah Kabupaten Sumenep, Rabu (23/11/2016).

Disebutkan, saat ini pihaknya tengah berupaya bagaimana agar Bulog bisa mengembalikan sistem seperti yang sebelumnya, agar penebusan beras bantuan bagi warga miskin (Raskin) tersebut berjalan sesuai harapan. Karena beras itu sangat dibutuhkan oleh penerima manfaat yang merupakan warga miskin untuk memuhi kebutuhannya sehari-hari, sehingga penerima tersebut beban hidupnya lebih terasa ringan.

“Kami telah meminta agar Bulog mengembalikan sistem penebusan Raskin seperti tahun sebelumnya, supaya serapan salah satu kebutuhan pokok tersebut bisa maksimal. Namun sayangnya masih belum diubah karena sistem itu dari pusat,” jelasnya.


Pihaknya berharap terhadap kepala desa yang belum melakukan penebusan beras bantuan bagi warga miskin secepatnya ditebus, karena jika dibiarkan sampai dibiarkan hingga batas yang ditentukan akan hangus. Sedangkan dari tujuh belas desa yang belum melakukan penebusan terdapat di tiga kecamatan, diantaranya, Kecamatan Manding, Dungkek dan Kota Sumenep.
Jurnalis : M. Fahrul / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : M.Fahrul
Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: