SENIN 14 NOVEMBER 2016

BALIKPAPAN---Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Timur saat ini tengah mengumpulkan bukti-bukti dan penyelidikan, terkait kasus teror bom yang terjadi Minggu kemarin, (13/11), di halaman Gereja Oikumene AKBP Jalan Cipto Mangunkusumo, Kelurahan Sengkotek, Loa Janan Ilir, kota Samarinda, Kalimantan Timur. 

Kapolda Kaltim Safaruddin.
Menurut Kapolda Kaltim Irjen Pol Safaruddin, ada 19 orang sebagai saksi diperiksa oleh pihak kepolisian. Belum dapat dipastikan penambahan tersangka teroris dan olah TKP juga dilanjutkan hari ini.

"Ini semua tergantung bukti yang dikumpulkan. Kami masih ada waktu 7 hari untuk kumpulkan bukti. Memang ada beberapa saksi yang diperiksa," katanya setelah memimpin upacara HUT ke 71 Brimob Polri di lapangan SPN pagi tadi (14/11/2016).

Sementara untuk pemeriksaan pelaku teror juga masih dilakukan di Polresta Samarinda. Namun Safarudin juga masih menunggu kepastian dari Mabes Polri untuk kelanjutan pemeriksaan.

"Kalau motifnya juga masih diselidiki termasuk jenis bom yang dipakai tersangka belum bisa kita simpulkan. Hal itu karena masih diteliti di Labfor Mabes Polri, apakah benar bom molotov yang dipakai. Kita lihat lah hasil perkembangannya. Jaringan tersangka juga masih didalami," tandasnya.

Sementara itu, dari empat korban akibat teror bom tersebut satu korban meninggal bernama Intan Novia Banjarnahor (2,5). Bocah ini mengalami luka bakar di sekujur tubuhnya itu mengembuskan napas terakhir di RSUD AW Syaranie, Samarinda pada pukul 04.30 Wita.

Jurnalis: Ferry Cahyanti/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Ferry Cahyanti
Bagikan:

Irvan Sjafari

Berikan Komentar: