SELASA 22 NOVEMBER 2016

YOGYAKARTA --- Jajaran Direktorat Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah DI Yogyakarta, akhirnya menjemput paksa terduga pelaku kekerasan pada anak, setelah statusnya dinaikkan sebagai tersangka. Karena terindikasi tersangka hendak melarikan diri, petugas kemudian segera mengambil langkah upaya paksa.

Direktur Reserse Kriminal Umum, Komisaris Besar Polisi Frans Tjahyono didampingi Kepala Sub Direktorat IV Kekerasasan Anak dan Wanita (Renakta) Ajun Komisaris Besar Polisi Beja
AC (35), tersangka pelaku kekerasan pada anak yang menimpa bocah lelaki usia 1,5 tahun berinisial JM, akhirnya digelandang ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Polda DIY, setelah dilakukan penjemputan paksa dini hari tadi, Selasa (22/11/2016).

Direktur Reserse Kriminal Umum, Komisaris Besar Polisi Frans Tjahyono didampingi Kepala Sub Direktorat IV Kekerasan Anak dan Wanita (Renakta) Ajun Komisaris Besar Polisi Beja, ditemui di kantornya menjelaskan, AC dijemput paksa setelah petugas memiliki alat bukti yang cukup untuk menjadikannya tersangka.Penjemputan paksa dilakukan, karena tersangka terindikasi hendak melarikan diri. Hal demikian, kata Frans, terlihat dari kondisi rumah tersangka di Bantul yang sudah lengang, dan barang-barang tersangka sudah dikemasi.

Frans mengatakan, berdasarkan pemeriksaan sementara, tersangka AC terancam pasal Undang-undang Nomor 23 Tahun 2004 Tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak dan KUHP Pasal 351 Tentang Penganiayaan.

"Pemberkasan akan segera kita lakukan setelah kondisi tersangka dalam keadaan prima. Penangkapan baru dilakukan dini hari tadi, sehingga tersangka juga masih lelah", pungkasnya.

Jurnalis: Koko Triarko/Editor; Irvan Sjafari/Foto; Koko Triarko
Bagikan:

Irvan Sjafari

Berikan Komentar: