SELASA, 15 NOVEMBER 2016

LAMPUNG---Upaya menumbuhkan sinergi dalam bertugas Badan Search and Rescue Nasional (Basarnas) Provinsi Lampung akan membentuk forum wartawan SAR Provinsi Lampung. Menurut Kepala Kantor Basarnas Provinsi Lampung, Sumpeno Yuwono, sinergi dan koordinasi antara wartawan dan petugas SAR sangat diperlukan karena memiliki tugas yang sama, yakni sama dalam melayani masyarakat dan memberikan informasi. Khususnya dalam hal kebencanaan atau hal-hal yang perlu diinformasikan secepatnya untuk upaya penyelamatan.

Pertemuan Basarnas Lampung dengan sejumlah wartawan untuk bersinergi.
Sumpeno Yuwono mengungkapkan, belum bisa menggandeng seluruh awak media yang ada di Lampung. Karena itu untuk melakukan koordinasi tersebut, akan dibentuk forum wartawan SAR Lampung yang menjadi sarana komunikasi antara SAR dan wartawan yang selanjutnya juga dapat memberikan informasi kepada masyarakat. Selain itu, hubungan yang harmonis tetap diperlukan untuk mengemban tugas bersama dalam upaya mengabarkan peristiwa penting yang terjadi di masyarakat. Terutama saat ini, memasuki masa musim penghujan dan cuaca ekstrem.

Aktivitas Basarnas di perairan Bakauheni dengan perahu karet.
"Selain melakukan sinergi, tentunya Basarnas Lampung juga akan terus memberikan informasi terkait aktivitas dan juga kegiatan SAR di wilayah Lampung karena luas wilayah Lampung yang tak bisa dijangkau oleh seluruh anggota Basarnas. Demikian sebaliknya oleh wartawan," ungkap Kepala Kantor Basarnas Lampung, Sumpeno Yuwono, dalam pertemuan dengan sejumlah media di Lampung, Selasa (15/11/2016).

Ia mengakui, saat ini, beberapa wilayah yang berpotensi bencana ada di beberapa wilayah provinsi Lampung dan beberapa wilayah yang berada jauh di dalam jangkauan Basarnas. Diharapkan, ke depan, sejumlah media juga memiliki wartawan yang ada di setiap kabupaten dan bisa menjadi sumber informasi akurat dan cepat di tempat yang merupakan kejadian bencana atau perlu mendapat pertolongan segera. Informasi dan kerjasama antara dua profesi tersebut sangat diperlukan sehingga Basarnas menganggap penting perlunya forum wartawan SAR ini.

Suasana kegiatan SAR Lampung.
Meski demikian, ia belum bisa memastikan terkait pelatihan wartawan yang ada di dalam forum, apakah harus mengikuti pelatihan layaknya anggota Basarnas atau tidak. Ia memastikan, informasi yang diteruskan dari Basarnas terkait aktivitas Basarnas melalui media massa akan sangat berguna.

Terkait pembentukan forum wartawan SAR, Kepala Biro Umum Basarnas Pusat, I Ketut Parwe mengungkapkan, sangat mendukung rencana tersebut dan akan menjadi contoh bagi seluruh Basarnas yang ada di seluruh Indonesia. Menurutnya, ide membentuk forum wartawan SAR sangat bagus, karena akan sangat membantu kedua belah pihak.

Berdasarkan data Cendana News, peran Basarnas Lampung sangat penting dalam berbagai kegiatan dan iven besar, di antaranya dalam arus mudik Lebaran di Pelabuhan Bakauheni Lampung dan aktivitas liburan di sejumlah tempat wisata. Setiap angkutan mudik dan Lebaran bahkan Basarnas menyiagakan sebanyak 47 personil di sejumlah titik rawan bekerjasama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di setiap kabupaten, taruna siaga bencana (Tagana) serta tim dari Palang Merah Indonesia (PMI).

Basarnas juga selalu siaga, baik dalam kegiatan arus liburan maupun hari biasa dengan menyiapkan alat komunikasi selama 24 jam. Bahkan Basarnas telah menyiapkan tim khusus yang siap siaga selama 24 jam dengan adanya Basarnas emergency call dengan nomor 115 yang akan segera direspon dengan cepat oleh petugas. Selain kesiapsiagaan dalam iven khusus tersebut, Basarnas juga berkoordinasi dengan sejumlah tempat wisata pantai yang memiliki potensi kebencanaan. Khususnya wilayah yang sering dikunjungi wisatawan.

Salah satu aktivitas Basarnas.
Beberapa perlengkapan keselamatan yang disiapkan oleh Basarnas bahkan cukup komplit, di antaranya rubber boat, kendaraan pengangkut, para motor, kapal, dan dalam keadaan darurat kondisi khusus, Basarnas pun memiliki helikopter. Peralatan dan kesiapsiagaan personil Basarnas Lampung selalu disiagakan selama 24 jam untuk mengantisipasi kejadian bencana yang mengancam terutama bencana alam yang terjadi di antaranya longsor, banjir, dan angin puting beliung yang berpotensi terjadi di beberapa wilayah Lampung.

Jurnalis: Henk Widi/ Editor: Satmoko / Foto: Henk Widi


Bagikan:

Satmoko Budi Santoso

Berikan Komentar: