RABU 23 NOVEMBER 2016

JAYAPURA --- Dalam sebulan ini, sebanyak tiga kabupaten di Provinsi Papua telah melakukan pengobatan massal dengan cara minum obat penyakit kaki gajah (filariasis). Hal ini diungkapkan Kepala Bidang Pengendalian Masalah Kesehatan (PMK) Dinas Kesehatan Papua, Aaron Rumainum saat dijumpai sejumlah jurnalis.

Mama Maria sedang diperiksa Dokter TNI AD.

Dikatakan Aaron, ketiga kabupaten yang melakukan pengobatan massal terhadap penderita penyakit kaki gajah antara lain Kabupaten Timika, Sarmi dan Kabupaten Waropen. “Tiga Kabupaten baru akan melakukan pengobatan massal penyakit itu di bulan ini, kami tak berhenti sampai disini,” kata Aaron Rumainum, Rabu (23/11/2016).

Kabupaten Timika malakukan pengobatan massal penyakit kaki gajah (filariasis) di bulan ini, lanjutnya, sama halnya dengan Kabupaten Waropen dan Kabupaten Sarmi yang juga baru melaksanakan pengobatan massal terhadap penyakit kaki gajah di bulan yang sama.

“Kabupaten Sarmi sudah melakukan pengobatan massal penyakit kaki gajah, sebanyak dua ribu warga sudah dijaring untuk minum obat kaki gajah," tuturnya.

Sementara kabupaten lainnya di Papua telah melakukan pengobatan massal penyakit kaki kaki gajah bulan Oktober lalu.  Menurutnya, penyakit kaki gajah ini harus terus menerus dicegah karena ditularkan lewat gigitan nyamuk yang terinfeksi baik nyamuk malaria maupun nyamuk demam berdarah.

"Nyamuk penyebar malaria hanya satu jenis nyamuk. Namun nyamuk jenis  aedes aegypti bukan hanya vektor  demam berdarah, tetapi juga   penyakit kaki gajah,” katanya.

Kementerian Kesehatan telah mencanangkan bulan eliminasi penyakit kaki gajah pada 1-30 Oktober dan akan berlangsung hingga tahun 2020. Sedangkan pengobatan massal dengan cara meminum obat kaki gajah yang digelar Dinkes Provinsi Papua sejak dua bulan terakhir sebanyak 8 kabupaten dan satu kota, masing-masing Kabupaten Kepulauan Yapen, Nabire, Biak Numfor, Supiori, Jayapura, Timika, Waropen, Sarmi dan Kota Jayapura.

Didimus Wake ditandu tim kesehatan Satgas Pamtas Yonif Mekanis 516  CY menuju pendopo perkampungan Sawittami melalui jalan yang berbukit-bukit
 

Jurnalis: Indrayadi T Hatta/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Indryadi T Hatta
Bagikan:

Irvan Sjafari

Berikan Komentar: