JUMAT, 25 NOVEMBER 2016
PONOROGO---Tiga sekolah yang belum siap laksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) yakni Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Slahung, SMAN 1 Balong, dan SMAN 3 Ponorogo. Awalnya, ketiga sekolah ini mengajukan kesiapan diri untuk melaksanakan UNBK namun belakangan ketiganya mengundurkan diri dan mengaku tidak siap.

Bulan Oktober lalu, Dinas Pendidikan (Dindik) Ponorogo sudah mengajukan 47 sekolah yang siap menggelar UNBK. Meliputi delapan SMA negeri-swasta, 28 SMK negeri-swasta, serta 11 SLTP negeri-swasta. Dari delapan SMA yang diajukan, tiga di antaranya mengundurkan diri.

Kepala Dinas Pendidikan Ponorogo, Tutut Erliena menjelaskan, penyebab mundurnya ketiga sekolah tersebut karena faktor teknis. Seperti kesiapan sarana dan prasarana.

"Teknis menjadi faktor utama. Tidak semua sekolah siap," jelasnya kepada Cendana News, Jumat (25/11/2016).

Kadindik Ponorogo, Tutut Erliena.
 Masalah teknis tersebut, meliputi jumlah komputer dan koneksi internet. Untuk SMAN 3 Ponorogo terkendala jumlah komputer, untuk 300 siswa didiknya saja sekolah harus menyediakan sepertiga dari jumlah siswa sebanyak 100 buah komputer.

"Kalau di SMAN 1 Slahung dan SMAN 1 Balong punya kendala sama. Saat dicek penyedia jasa telekomunikasi pun, kedua sekolah terkendala sinyal internet yang naik turun," ujarnya.

Menurutnya, koneksi internet termasuk yang krusial saat UNBK. Sebab soal dan jawaban siswa itu terpusat pada server. Koneksi harus lancar supaya siswa mengerjakannya juga lancar.

"Sedangkan pengajuan pengadaan komputer untuk SMAN 3 Ponorogo tidak bisa dadakan apalagi jumlah siswanya cukup banyak," paparnya.

Padahal, tersedianya komputer sebanyak sepertiga dari jumlah peserta Unas, pelaksanaannya akan dibagi beberapa regu. Namun diakuinya, jika jumlah siswanya banyak seperti di SMAN 3 Ponorogo, cukup berat.

Sementara, jika dilihat dari kesiapan personel, Tutut menyebut siswa dan guru sudah siap. Setelah diajukan Oktober lalu, sebanyak 44 sekolah calon penyelenggara UNBK akan mendapat evaluasi dari Dinas Pendidikan Jatim. Evaluasi secara spesifik menitikberatkan kesiapan sarana.

Dari 44 sekolah tersebut, Tutut optimistis, semuanya lolos evaluasi dan dapat menggelar UNBK 2017. "Penyelenggaraan UNBK terus didorong pemerintah pusat. Pemerintah daerah pun mau tidak mau juga gencar mengupayakan," pungkasnya. Sekadar informasi, Ujian Nasional (UN) pada tingkat SMA/SMK/MA akan dilaksanakan pada 13 April sampai 15 April 2017 mendatang.

Jurnalis: Charolin Pebrianti/ Editor: Satmoko / Foto: Charolin Pebrianti
Bagikan:

Satmoko Budi Santoso

Berikan Komentar: