SENIN, 14 NOVEMBER 2016

LAMPUNG---Pemberantasan pungutan liar di berbagai lingkup pelayanan masyarakat dan berbagai instansi terus dilakukan. Upaya menekan aktifitas pemungutan liar yang terjadi serta penyuapan di lingkungan satuan lalu lintas seluruh wilayah Polda Lampung, berbagai langkah telah dilakukan. Menurut Direktur Lalu Lintas Polda Lampung Kombes Prahoro Tri Wahyono, langkah yang akan dilakukan dengan cara memberlakukan sistem tilang elektronik yang akan diberlakukan dalam waktu dekat ini.


Kombes Prahoro Tri Wahyono mengungkapkan berbagai sosialisasi telah dilakukan berikut pelatihan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam pelaksanaan tilang elektronik tersebut. Pelatihan diberikan kepada unsur kesiapan SDM, seluruh kepala satuan lalu lintas di wilayah Polda Lampung, institusi terkait termasuk pihak perbankan yang akan menjadi tempat penyetoran uang ke kas negara.

Penerapan sistem tilang elektronik tersebut ungkap Kombes Prahoro, akan dilakukan dengan sistem aplikasi E-Tilang yang bisa diunduh dari gawai android, selanjutnya data pelanggaran lalu lintas akan dimasukkan dalam aplikasi E-tilang oleh petugas yang sudah terintegrasi dengan instansi terkait termasuk di dalamnya pihak bank. Aplikasi tersebut dimaksudkan untuk memutus mata rantai proses tilang yang selama ini dianggap akan memberi celah bagi penyuap dan polisi menerima uang suap atau dikenal dengan pungutan liar.

"Dua bank sudah berkoordinasi diantaranya BRI dan BNI sementara untuk pelatihan telah kita lakukan terhadap jajaran satuan lalu lintas dari seluruh Polres di wilayah hukum Polda Lampung yang juga diikuti instansi lain," ungkap Dirlantas Polda Lampung Kombes pol Prahoro Tri Wahyono dalam keterangannya, Senin (14/11/2016).


Pemberlakuan sistem tilang elektronik tersebut juga memudahkan pelanggar lalu lintas dengan cara membayar denda tilang menggunakan sistem perbankan diantaranya E-Banking, Anjungan Tunai Mandiri (ATM), serta cara tunai. Selanjutnya bukti pembayaran berupa struk transaksi transfer atau penyetoran bisa digunakan untuk mengambil barang bukti yang sempat disita petugas sesuai dengan pelanggaran yang dilakukan pengguna kendaraan berupa SIM atau STNK.

Cara tersebut ungkap Prahoro dilakukan untuk memudahkan masyarakat dalam mengurus pembayaran denda di bank dengan cara menunjukkan identitas dan nomor registrasi penilangan tanpa harus mengikuti proses sidang. Ia mengaku optimis sosialisasi, pelatihan serta himbauan kepada masyarakat untuk mematuhi aturan lalu lintas tersebut akan bisa menyadarkan masyarakat untuk tertib berlalulintas di jalan raya. Jika proses pelatihan dan sosialisasi telah cukup dilakukan maka dipastikan pada awal tahun 2017 tilang elektronik bisa diberlakukan.


"Kita lakukan evaluasi diintern jajaran kepolisian sekaligus upaya mendukung pemerintah dalam melakukan pemberantasan pungutan liar,"ungkap Kombes Prahoro.

Proses sosialisasi dilakukan oleh masing-masing Satlantas Polres dengan cara melakukan sosialisasi di sekolah-sekolah dan melakukan pemberitahuan menggunakan spanduk himbauan dan berbagai cara lain. Hal tersebut dilakukan agar masyarakat bisa mengetahui sistem tilang elektronik yang akan diberlakukan dalam waktu dekat.

Jurnalis : Henk Widi / Editor : Rayvan Lesilolo / Foto : Henk Widi

Bagikan:

Rayvan Lesilolo

Berikan Komentar: