KAMIS 3 NOVEMBER 2016

LAMPUNG---Sekitar 500 peserta dari sebanyak 17 kecamatan di Kabupaten Lampung Selatan mengikuti kegiatan asah terampil berkaitan dengan ketahanan pangan dibidang pertanian,kehutanan, perikanan dan ketahanan pangan. Kegiatan yang digelar oleh Badan Pelaksanaan Penyuluhan Pertanian Kehutanan dan Ketahanan Pangan (BP4K). 

Kegiatan Lomba Asah Terampil


Menurut Kepala BP4K Kabupaten Lampung Selatan Noviar Akmal kegiatan tersebut merupakan kegiatan yang mengasah kemampuan kelompok tani dalam pengetahuan di bidang yang menjadi tugas BP4K di lapangan dan pengetahuan di bidang pertanian.

Sebanyak 17 kelompok yang berkompetisi dalam asah terampil tersebut diharuskan menjawab berbagai pertanyaan wajib dengan sistem pilihan ganda sebanyak 10 soal. Sebanyak beberapa kelompok yang berlaga diberi pertanyaan oleh dewan juri dengan nilai tertinggi akan melaju ke babak lanjutan semifinal dan final untuk memperebutkan hadiah utama dari panitia berupa TV LED. Semua pertanyaan yang diajukan kepada seluruh kelompok berhasil dimenangkan kelompok tani dari Candipuro pada putaran pertama.

" Ajang asah tetampil ini juga sekaligus untuk silaturahmi para penyuluh pertanian dan penyuluh lain dari seluruh kecamatan sekaligus mengasah kemampuan para kelompok tani,"ungkap Kepala BP4K Kabupaten Lampung Selatan di Menara Siger,Kamis (3/11/2016.)

Selain ajang asah terampil kegiatan tersebut diisi dengan klompencapir para gabungan kelompok tani (Gapoktan) yang berasal dari setiap kecamatan. Selain itu beberapa kelompok tani binaan penyuluh juga melakukan pameran produk pertanian sekaligus menjualnya. Salah satu kelompok tani An Nahl yang membudidayakan lebah untuk produksi madu diantaranya menjual puluhan botol madu hutan.
Budidaya Madu Hutan.


Sementara itu kelompok tani lainnya juga berkesempatan menampilkan produk hasil usaha tani diantaranya petani alpukat,petani bawang merah,petani rumput laut dan hasil pertanian lain diantaranya pepaya Kalifornia. Selain itu dalam bidang ketahanan pangan juga ditampilkan pola penanaman bawang dengan media polybag dan juga penyiapan bibit cengkeh dan tanaman lain.

Salah satu penyuluh pertanian dari Badan Penyuluh Pertanian Perikanan dan Kehutanan (BP3K) Kecamatan Ketapang,Dwi Wahyuni,mengungkapkan kegiatan tersebut sangat antusias dalam mengikuti kegiatan tersebut terutama petani yang menghasilkan produk turunan hasil pertanian diantaranya es rumput laut dan jus alpukat.

Khusus produktifitas hasil pertanian di Kecamatan Ketapang khususnya bawang merah penyuluh pertanian setempat mengungkapkan sudah mencapai luasan puluhan hektar di beberapa desa. Selain memiliki luas tanam yang cukup baik sebagian besar petani juga sudah memasuki masa tanam.
Selain diikuti oleh seluruh kelompok tani dari berbagai kecamatan di Lampung Selatan kegiatan asah terampil tersebut juga disukseskan oleh puluhan mahasiswa dari Polinela Lampung.

Jurnalis: Henk Widi/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Henk Widi
Bagikan:

Irvan Sjafari

Berikan Komentar: