RABU, 2 NOVEMBER 2016

MATARAM --- Untuk meningkatkan nilai ekonomi hasil pertanian, Selain melalui skema kebijakan terkait pengturan harga di pasaran dan membtasi impor, hasil berbagai jenis tanaman pertanian dihasilkan petani di Nusa Tenggara Barat (NTB) diharapkan bisa masuk perhotelan, resoran, rumah makan dan pasar moderen.


"Kepada Pemerintah kita berharap untuk secara serius mendorong, bahkan kalau perlu mewajibkan ratusan hotel - hotel dan pasar moderen yang ada di NTB supaya mengakomodir hasil pertanian petani NTB" kata Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), yang juga anggota KTNA, Kabupaten Lombok Barat, Multazam di Mataram, Rabu (2/11/2016).

Menurutnya, selama ini hanya sebagian kecil hasil atau produk olahan pertanian yang diserap pihak hotel maupun sejumlah pasar moderen, kebanyak hotel dan pasar moderen mendatangkankan dari luar.

Mariati, petani sayur Desa Sembalun, Kabupaten Lombok Timur menambahkan, kebijakan pihak hotel dan pasar moderen yang banyak mendatangkan hasil prodakolahan pertanian dari luar, jelas tidak adil, karena merekan kan beroprasi di NTB.

"Karena pemerintah harus tegas dan jangan hanya sekedar menghimbau pihak hotel dan pengelola pasar moderen, karena kebijakan menyerap hasil pertanian dan prodak olahan lokal, merupakan bagian bentuk tanggung jawan sosial".

Di NTB apa yang tidak ada, mulai dari sayuran, aneka buah - buahan, aneka olahan hasil pertanian, semua ada. Sembalun misalkan sebagai daerah pengasil sayur terbesar di NTB siap mensuplai, tapi alih - alih digandeng, hotel dan pasar moderen mengambil barang kebutuhan dari luar NTB.

Jurnalis : Turmuzi / Editor : Rayvan Lesilolo / Foto : Turmuzi
Bagikan:

Rayvan Lesilolo

Berikan Komentar: