KAMIS 17 NOVEMBER 2016

SOLO ---Seorang oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) di kantor Unit Pelayanan Pendapatan dan Pemberdayaan Aset Daerah (P3AD) Karanganyar, Jawa Tengah, harus berurusan dengan kepolisian. Berdalih terbelit hutang, oknum PNS dengan inisial IY tersebut nekad menipu sejumlah warga hingga ratusan juta rupiah.

Gelar perkaar di Malpores Karanganyar.



Hal tersebut baru terungkap saat gelar perkara di Mapolres Karanganyar. “Oknum PNS itu masih aktif sebagai pegawai Dispenda Provinsi Jawa Tengah. IY  bertugas di kantor Samsat Karanganyar ,” ujar Kapolres Karanganyar AKBP Ade Safri Simanjuntak,  di sela gelar perkara pada Kamis (17/11/16).  

Modus yang dilakukan IY dalam memuluskan aksinya adalah dengan dalih lelang kendaraan bermotor, baik roda dua maupun empat. IY mencari korban dengan tipu-tipu akan memenangkan proses lelang kendaraan yang ada di Kantor Samsat Karanganyar. “Untuk lebih menyakinkan, pelaku bahkan mengajak korban melihat langsung  kondisi kendaraan yang masih plat merah,” terang Kapolres.

Dijelaskan lebih lanjut, setelah memastikan barang ada, pelaku meminta sejumlah uang yang akan digunakan untuk lelang. Untuk lelang jenis kendaraan roda empat senilai Rp35 juta, sedangkan kendaraan roda dua senilai Rp7 juta. “Pembayaran dilakukan dua kali, setengah dibayar di muka sebagai DP, selebihnya untuk pelunasan saat lelang selesai,” imbuhnya. 

Aksi tipu-tipu oknum PNS itu terungkap setelah salah seorang korbannya bernawa Dwijo, warga Colomadu, melapor ke Mapolres Karanganyar.  Korban kesal karena hingga tenggang waktu yang dijanjikan, kendaraan tidak bisa ditunjukkan. “Setelah uang diterima,  pelaku meminta waktu 10 hari untuk menyelesaikan administrasi lelang. Tapi, sampai waktu yang ditentukan, kendaraan tidak kunjung diberikan. Bahkan pelaku sulit ditemui dan dihubungi,” ungkap Kapolres.

Disebutkan Kapolres, dalam pemeriksaan terungkap aksi tipu-tipu oknum PNS itu telah ada 4 korban yang melaporkan kasus yang sama. Bahkan, sejumlah korban juga mengaku BPKB kendaraan yang dimintakan untuk mutasi dan pajak justru digadaikan oleh pelaku. “Alasannya katanya terbelit hutang,” tandasnya.

Selain berhasil menangkap pelaku, polisi juga mengamankan barang bukti berupa kuitansi pembayaran DP lelang mobil. Pelaku kini dijerat pasal 378 KUHP dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara.

Jurnalis: Harun Alrosid/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Harun Alrosyid
Bagikan:

Irvan Sjafari

Berikan Komentar: