SELASA 8 NOVEMBER 2016

YOGYAKARTA---Dalam kunjungan kerja anggota DPR RI masa reses, maka Wakil ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto atau akrab disapa Titiek Soeharto memulai rangkaian kunjungan kerja dengan melakukan Temu Tani Penyerahan Bantuan Program KRPL (Kawasan Rumah Pangan Lestari) binaan BP2KP (Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan) Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta. Salah satu yang mendapatkan bantuan tersebut adalah KWT (Kelompok Wanita Tani) Maju Lestari yang bertempat di Kranon, Kepek, Wonosari. 

Titiek Soeharto berfoto bersama anggota KWT Maju Lestari

Program KRPL adalah penyempurnaan dari program sukses era pemerintahan Presiden kedua RI, H.M. Soeharto bernama program Apotik Hidup. Namun seiring perkembangan jaman yang juga mempengaruhi kebutuhan masyarakat, maka jika dulunya Apotik Hidup hanya seputar tanaman obat, bumbu dapur, serta tanaman hias, maka dalam KRPL menitikberatkan pada peningkatan kemampuan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan akan pangan secara mandiri dalam skala yang lebih besar lagi.   

Jika dulu program Apotik Hidup adalah memberdayakan ibu-ibu PKK di lingkungan setempat untuk bercocok tanam, maka dalam KRPL saat ini memberdayakan Kelompok Tani Wanita atau disingkat KWT. Namun begitu, dari sisi pemanfaatan lahan maka baik program Apotik Hidup maupun KRPL memiliki kesamaan, yakni memanfaatkan pekarangan rumah atau lahan-lahan kosong yang ada di sekitar lingkungan tempat tinggal masyarakat.

"Program KRPL ini membutuhkan keuletan masyarakat dalam bercocok tanam, sehingga ke depannya apabila program ini dilaksanakan dengan sebaik-baiknya maka ketahanan pangan masyarakat akan terbentuk dengan sendirinya," papar Titiek Soeharto dalam Temu Tani, Senin 7 November 2016.

Bahkan lebih jauh lagi, Titiek memberikan pandangannya kepada para KWT Maju Lestari bahwa bukan tidak mungkin wilayah Yogyakarta sebagai sebuah provinsi dapat memenuhi kebutuhan pangannya sehari-hari tanpa harus mendatangkan hasil bumi dari daerah lain.

                         Laboratorium lapangan 2016 milik KWT Maju lestari: Agar masyarakat bisa mandiri pangan.

Dalam sesi tanya jawab, banyak dibahas struktur tanah di desa Kepek, Wonosari yang cenderung kering berbatu. Namun para anggota KWT Maju Lestari secara bergotong royong coba menyiasati hal tersebut dengan mencampur tanah di wilayah mereka dengan tanah yang diambil dari daerah lembah atau ngarai jauh dibawah wilayah tempat tinggal mereka.

"Perlahan-lahan kami mencoba semuanya dengan telaten agar bisa mendapatkan struktur tanah yang gembur untuk ditanami sayuran dan buah-buahan," terang Suharti, Ketua KWT Maju Lestari kepada Titiek Soeharto.

Keuletan serta bagaimana KWT Maju Lestari memanfaatkan bantuan pemerintah melaluiprogram KRPL membuat Titiek Soeharto senang dan memberikan apresiasi kepada mereka. Titiek ingin mereka suatu saat menjadi wilayah percontohan yang berhasil dalam melaksanakan program KRPL.

"Saya ini wakil rakyat yang bertugas memastikan seluruh bantuan pemerintah diterima sekaligus digunakan sebaik-baiknya oleh masyarakat itu sendiri. Semua dana itu adalah uang rakyat, sehingga apa yang ditunjukkan KWT Maju Lestari adalah sangat membanggakan," puji Titiek.

Salah satu yang membuat Titiek Soeharto semakin bahagia dengan pencapaian KWT Maju Lestari adalah mereka bisa berkembang bukan sebatas bercocok tanam saja, akan tetapi sudah mulai mencoba beternak ayam potong (ayam kampung).

"Hubungannya tetap ada, karena kotoran ayam bisa diolah menjadi pupuk kandang untuk menyuburkan pertumbuhan tanaman," tambah Titiek yang diamini oleh seluruh peserta Temu Tani.

Terbentuknya karakter bercocok tanam yang lebih kuat, diikuti pengembangan kemampuan untuk beternak ayam potong dari masyarakat Kepek, Wonosari melalui program KRPL adalah tidak terlepas dari peran tenaga penyuluh lapangan.

Budi Kuncoro, penyuluh lapangan yang menangani KWT Maju Lestari menjelaskan betapa berat kala harus memulai semua usaha mereka hingga akhirnya dipercaya mengelola dana bantuan KRPL dari pemerintah.

"Namun semuanya terbayar dengan hasil dimana para anggota KWT Maju Lestari selain bisa memenuhi sedikit banyaknya kebutuhan pangan sehari-hari dirumah, juga perlahan mulai menjual hasil panen mereka kepada pedagang untuk dijual lagi di pasar tradisional," terang Budi.

                      Beberapa anggota KWT Maju Lestari bersiap-siap menyambut kedatangan Titiek Soeharto.
Karena menunjukkan kemajuan serta dedikasi tinggi dalam melaksanakan program KRPL, maka salah satu wujud apresiasi Titiek kepada masyarakat Kepek, Wonosari, anggota KWT Maju Lestari adalah akan turut membantu mewujudkan keinginan anggota KWT Maju Lestari mendapatkan bantuan modal usaha berjualan makanan.

"Ini keinginan tulus dari masyarakat yang memang ingin maju, Insya Allah saya akan ikut membantu mewujudkan keinginan ibu-ibu sekalian," pungkas Titiek yang disambut tepuk tangan para ibu yang tergabung dalam KWT Maju Lestari.

Acara Temu Tani yang sebelumnya dibuka dengan penanaman bibit pohon mangga serta peninjauan laboratorium lapangan KRPL milik KWT Maju Lestari, akhirnya ditutup dengan foto bersama antara Titiek Soeharto dengan para ibu anggota KWT Maju Lestari.

Jurnalis: Miechell Koagouw/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Miechell Koagouw
Bagikan:

Irvan Sjafari

Berikan Komentar: