RABU, 9 NOVEMBER 2016

YOGYAKARTA --- Pemanfaatan biogas dari limbah kotoran ternak sapi, hingga kini masih belum dimanfaatkan optimal. Padahal, gas metan yang dihasilkan dari limbah sapi itu bisa digunakan untuk keperluan sehari-hari, seperti memasak dan bahkan juga sebagai sumber tenaga listrik.


Teknologi sederhana pengolahan limbah atau kotoran sapi menjadi gas metan, sudah diperkenalkan sejak lama sebagai sumber energi baru terbarukan oleh Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM). Namun, pemanfaatannya masih belum optimal. Beberapa kelompok peternakan sapi, dengan berbagai alasan masih enggan memanfaatkannya.

Karena itu, Wakil Komisi IV DPR RI, Titiek Hediati Soeharto meminta kepada para peternak untuk bisa memaksimalkan pemanfaatan biogas dari limbah kotoran sapi. Selain bisa dimanfaatkan sebagai sumber energi baru terbarukan berupa gas metan, limbah kotoran sapi setelah digunakan gasnya masih bisa digunakan sebagai pupuk yang ternyata terbukti lebih baik dari jenis pupuk lainnya.


Titiek Soeharto mengatakan hal itu, saat mengunjungi warga pengguna biogas di Dusun Gulon, Srihardono, Pundong, Bantul, Selasa (8/11/2016). Dalam kunjungan kerja didampingi muspika setempat, Titiek Soeharto juga menyempatkan diri berdialog dengan warga kelompok tani dan wanita tani yang selama ini memproduksi keripik sagu.

Kepada puluhan warga petani Dusun Gulon itu, Titiek Soeharto menjelaskan, jika Pemerintah telah menyediakan berbagai bantuan di bidang pertanian dan peternakan melalui beragam program. Namun, Titiek mengingatkan jika beragam bantuan itu hanya bisa diakses oleh kelompok tani yang sudah terdaftar di Dinas Pertanian setempat atau sudah berbadan hukum.

Berkait dengan pemanfaatan biogas, kata Titiek, Pemerintah juga telah menyediakan bantuan sapi yang bisa diakses oleh siapa pun, sepanjang memenuhi persyaratan. Titiek kemudian mengapresiasi penggunaan biogas yang selama 6 tahun ini telah dilakukan oleh Tugiyo yang juga merupakan kepala dusun setempat.


Kepada awak media, Tugiyo menjelaskan, pemanfaatan limbah kotoran sapi sebagai sumber energi gas metan, dilakukan bekerjasama dengan sebuah lembaga swadaya masyarakat Rumah Biru (Biogas Rumah) yang berpusat di Belanda dan bekerjasama dengan Kementerian ESDM. 

Tugiyo berharap, kedatangan Titiek Soeharto bisa menambah semangat warganya untuk bisa mandiri dalam hal pangan dan bahkan energi dengan memanfaatkan gas metan dari kotoran sapi.

Jurnalis : Koko Triarko / Editor : Rayvan Lesilolo / Foto : Koko Triarko
Bagikan:

Rayvan Lesilolo

Berikan Komentar: